Sekaa Jegog Suar Agung sukses mengawali rangkaian tur budaya mereka dengan pementasan perdana yang spektakuler di Toyota City, Jepang, Kamis (19/2/2026) malam. (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Dentuman instrumen bambu
raksasa khas Jembrana akhirnya kembali mengguncang publik Negeri Sakura.
Setelah 'puasa' selama 10 tahun, Sekaa Jegog Suar Agung
sukses mengawali rangkaian tur budaya mereka dengan pementasan perdana yang
spektakuler di Toyota City, Jepang, Kamis (19/2/2026) malam.
Ribuan pasang mata dibuat tak berkedip oleh resonansi nada
rendah dan ritme eksplosif dari Bumi Makepung.
Kehadiran delegasi seni ini seolah menjadi obat rindu
sekaligus bukti nyata bahwa Jegog tetap memiliki tempat istimewa di kancah
internasional meski sempat absen selama satu dekade.
Penampilan sekaha Jegog Suar Agung dipimpin oleh I Gede Oka
Artha Negara, sosok pimpinan Jegog Suar Agung yang dikenal sebagai konseptor
dan pencipta komposisi musikal bambu berkarakter kuat dan dinamis.
Ia merupakan putra maestro almarhum I Ketut Suwentra, sosok
legendaris yang dijuluki “Pekak Jegog” dan berjasa besar membawa Jegog ke
panggung internasional. Pada pementasan kali ini, Gede Oka juga mengajak putra
putrinya Okky Junior Sadewa dan Ikko Suar Agung Dewi sebagai penari Jegog Suar
Agung untuk regenerasi kesenian Jegog Suar Agung.
"Antusiasme penonton di Toyota City luar biasa. Ini
membuktikan bahwa resonansi bambu Jembrana memiliki tempat spesial di hati
warga Jepang," ujar pimpinan Suar Agung, I Gede Oka Artha Negara.
Disisi lain, bagi Ikko Suar Agung Dewi, pementasan di Jepang
kali ini memiliki tantangan tersendiri mengingat untuk pertama kalinya ia ikut
mendampingi dan turun langsung dalam pertunjukan besar Jegog Suar Agung.
"Tur ini bukan sekadar agenda pementasan, melainkan
bagian dari komitmen jangka panjang untuk melestarikan dan mengembangkan Jegog
Suar Agung," ungkap Ikko Suar Agung Dewi.
Ia menegaskan pentingnya regenerasi, pembinaan generasi
muda, serta penguatan jejaring internasional agar musikal bambu khas Jembrana
tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Melalui Jegog Suar Agung ini, Ikko Dewi bertekad menjaga
warisan leluhur agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi terus
bertumbuh sebagai kebanggaan budaya yang mendunia terlebih Kakek merupakan Sang
Maestro Jegog.
Rombongan yang sebelumnya dilepas oleh Bupati Jembrana, I
Made Kembang Hartawan ini, dijadwalkan akan berkeliling ke sejumlah kota besar
di Jepang selama 12 hari ke depan. Misi ini diharapkan tidak hanya menjadi
tontonan seni, tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik Indonesia-Jepang
lewat jalur kebudayaan.
Dentuman bambu dari Desa Sangkar Agung akan kembali menggema
di Negeri Sakura—menegaskan bahwa Jegog Suar Agung bukan sekadar pertunjukan
seni, melainkan duta budaya yang mempererat hubungan Indonesia dan Jepang dari
generasi ke generasi. (HumasJ)