Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati. (Foto:dik/Perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Menjelang perayaan Hari
Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang berdekatan, Polres Jembrana memperketat
pengamanan di seluruh titik strategis. Fokus utama yakni pada pengawalan 298
ogoh-ogoh di tingkat banjar serta antisipasi lonjakan arus mudik di Pelabuhan
Gilimanuk.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati,
menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral telah dilakukan guna mencegah
benturan antarwarga. Sebanyak 298 ogoh-ogoh dijadwalkan keluar secara bertahap
dengan pengawalan ketat dari pecalang dan personel kepolisian.
"Pengaturan ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan
atau pertemuan antarbanjar di jalan raya," ujar AKBP Kadek Citra Dewi
ditemui usai rapat koordinasi di Mapolres Jembrana, Sabtu (7/3/2026).
Selain Nyepi, tantangan besar tahun ini adalah arus mudik
Lebaran yang diprediksi memuncak pada 15 - 18 Maret 2026.
Pihak kepolisian memastikan infrastruktur jalan Denpasar-Gilimanuk
akan rampung diperbaiki pada 10 Maret, sementara fasilitas pelabuhan
ditargetkan optimal pada 11 Maret.
Kapolres juga memberikan imbauan penting bagi para pemudik,
yang akan melakukan perjalanan pulang kampung, untuk mastikan membeli tiket
terlebih dahulu, melalui aplikasi Ferizy untuk menghindari penumpukan di
pelabuhan. Ada potongan harga khusus bagi motor dan kendaraan penumpang yang
membeli via aplikasi.
Selain itu, semua kendaraan wajib masuk melalui Terminal
Kargo Gilimanuk. Jalur khusus disiapkan bagi warga lokal untuk mencegah
penyerobotan antrean.
"Operasional Gilimanuk akan berhenti total saat Nyepi,
mulai 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA,"
jelasnya.
Sementara, Manager Usaha ASDP Gilimanuk, Didi Juliansyah,
menyatakan telah menyiapkan 55 kapal reguler untuk melayani arus mudik.
Pihaknya menerapkan tiga skenario operasional: normal, padat, dan sangat padat.
"Pada skenario sangat padat, kami akan melakukan
penyesuaian jadwal pelayaran dan mengerahkan kapal-kapal dengan kapasitas lebih
besar demi kelancaran penyeberangan," jelas Didi.
Kapolres Jembrana mengimbau masyarakat untuk melakukan
perjalanan lebih awal guna menghindari puncak kepadatan yang diperkirakan
terjadi tiga hari sebelum Lebaran. (dik)
