Perspectives News

John K Purna: ‘Jatiluwih Perbanyak Kerjasama dengan Institusi Pendidikan Kembangkan SDM dan Produk Organik’

 


John Ketut Purna selaku Manajer Operasional DTW Jatiluwih, Tabanan. (Foto: perspectives) 

TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- John Ketut Purna selaku Manajer Operasional DTW Jatiluwih, Tabanan menegaskan bakal memperbanyak kerjasama dengan institusi pendidikan khususnya pihak kampus dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan produk organik Jatiluwih.

Ditemui usai mengikuti ‘Traditional Chinese Medicine (TCM) Cooking Workshop for Wellness Tourism’, di Politeknik Internasional Bali (PIB) College, Tabanan, Jumat (27/3/2026), John mengaku kerjasama dengan pihak kampus akan sangat membantu SDM dalam meningkatkan skill dan mengembangkan produk beras merah organik Jatiluwih.

“Kita tidak saja fokus bagaimana meningkatkan pengembangan daya tarik wisatanya tetapi juga bagaimana mengembangkan kemampuan SDM dan produk Jatiluwih yang terkenal yakni beras merah organik dan turunannya,” ungkap John.

Untuk itu, lanjut John, pihak manajemen Jatiluwih memperluas kolaborasi dengan pihak kampus di Bali dan bersurat dengan kampus di luar Bali untuk menempatkan para mahasiswanya magang atau KKN di Jatiluwih.

"Yang paling intens sebenarnya dengan PIB. Yang kedua dengan IPBI (Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional) Bali, juga dengan Poltekpar (Politeknik Pariwisata) Bali. Tapi dukungan terbesar dari PIB karena lebih cepat realisasi kerjasamanya," sebut John.

Terkait kerjasama Jatiluwih dengan PIB College, John mengungkapkan sudah terjalin sejak lama. Salah satunya masterplan Jatiluwih yang dibuat oleh tim dari PIB College.

"Dengan masterplan Jatiluwih, kita bisa mengembangkan Jatiluwih ke depannya, dan itu sudah dibuatkan dalam satu bentuk buku besar. Tinggal kita menjalankan bagaimana Jatiluwih ke depannya. Itu yang pertama. Yang kedua, untuk jalur-jalur trekking di Jatiluwih itu juga dibuatkan oleh PIB. Yang ketiga, kemasan produk Jatiluwih yang sudah ada, yang bagus, itu juga buatan dari PIB. Ke depan mungkin ke makanan untuk produk organiknya Jatiluwih,” lanjut John.

“Kita juga bekerja sama dengan PIB khususnya di bidang kuliner. Saya minta dari PIB bagaimana kita bisa membuat kuliner khas Jatiluwih yang berbahan dasar beras merah organik seperti bubur beras merah instan, pie susu, bakery, kue/jajanan khas Bali yang nantinya menjadi ciri khas oleh-oleh Jatiluwih. Selama ini kita kerjasama di bidang kemasan atau packaging produk beras merah dan turunannya seperti teh beras merah,” jelas John.

Dukung Wellness Tourism

Menurut John, manajemen Jatiluwih sendiri mendukung wellness tourism dengan produk yang serba organik. “Ini bagus sekali untuk mendukung wellness tourism dan untuk masa depan pariwisata Bali. Dan memang di awal tujuan kita, semua produk Jatiluwih adalah organik. Tidak pakai kimia-kimia lagi. Mudah-mudahan Jatiluwih akan lebih dikenal untuk organiknya dan bisa diterima di mana-mana," tutup John. (lan)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama