Kapolres Badung AKBP Joseph Edward saat memberikan
keterangan kepada wartawan terkait pembunuhan terhadap warga negara Belanda di
Villa Amira, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Senin (23/3/2026)
lalu (Foto: jolang)
BADUNG, PERSPECTIVESNEWS
- Polres Badung terus mendalami kasus pembunuhan bule Belanda, Rene Pouw,
yang tewas dikeroyok dua orang tak dikenal di seputaran Villa Amira Nomor 1,
Banjar Anyar Kelod Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Senin (23/3/2026)
pukul 22.50 Wita lalu.
"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi yang juga pacar
korban, jumlah pelaku sebanyak 2 orang seperti keterangan di awal. Namun soal
detail identitas pelaku, hingga saat ini masih dalam proses pendalaman,"
ujar Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di Mapolres Badung, Rabu (25/3/2026).
Selain keterangan saksi yang melihat langsung di lokasi
yakni pacar korban, polisi kini sudah memeriksa saksi lainnya termasuk pihak vila
tempat korban menginap. "Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 5 saksi
dan akan terus didalami sehingga kemungkinan saksi akan bertambah,"
ujarnya.
Penyidik juga akan memeriksa seluruh rekaman CCTV di seluruh
jalur jalan yang diduga dilewati pelaku, baik sebelum kejadian maupun pasca-kejadian.
Rekaman CCTV itu akan ditunjukkan atau dikonfirmasi ke saksi yang ada di lokasi
saat peristiwa itu terjadi. Polisi juga akan memeriksa para saksi dan
orang-orang terdekat dengan korban. Hal ini dilakukan untuk mengetahui siapa
saja yang selama ini berhubungan dengan korban dan apa saja peran dan tugas
mereka.
Ditanya tentang dugaan pelaku adalah orang asing yang sudah
melarikan diri ke luar negeri, Kapolres Badung menegaskan belum ada kepastian
terkait hal itu. Namun ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Imigrasi terutama
menyangkut identitas korban.
Disebutkan, korban sejak tahun 2024 sudah berada di Bali.
Korban sudah sering pulang pergi ke Bali karena memiliki bisnis di Bali. Namun
tidak dijelaskan apa saja bisnisnya. Informasi ini sangat penting karena diduga
kuat para pelaku bisa saja menjadi pesaing bisnis dengan korban atau pun ada
unsur dendam lainnya.
Mantan Kapolres Karangasem ini, juga menyinggung soal pelaku di Bali yang
sering menggunakan jaket ojol untuk mengelabui polisi.
"Menurut pengamatan kami, jaket ojol itu sangat mudah
didapat atau dibeli karena banyak sekali dijual. Sehingga para pelaku kejahatan
banyak menggunakan jaket Ojol untuk menghilangkan jejak kejahatan,"
ujarnya.
Sebab sebelumnya, kasus viral video asusila yang juga
pelakunya adalah orang asing, juga menggunakan jaket ojol. Hal ini sama dengan
pelaku pembunuhan terhadap Rene Pouw, dua pelakunya menggunakan jaket ojol.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban tewas dianiaya dua
orang pelaku. Peristiwa berdarah ini bermula korban dan pacarnya berinisial PI
(30) keluar jalan-jalan pada pukul 22.00 Wita. Sampai di tempat kejadian
perkara (TKP), sang pacar melihat ada dua orang berboncengan dengan menggunakan
motor matic berwarna hitam.
Kedua orang itu memakai jaket hitam seperti yang sering
digunakan ojek online, helm warna hitam masker warna biru dan yang dibonceng
memakai baju kaos orange tidak memakai helm. Kedua pelaku sempat sampai di
ujung gang namun langsung berbalik arah.
Melihat hal itu, korban langsung berhenti dan menyuruh
kekasihnya mengunci vilanya. Namun tiba-tiba saja kedua pengendara itu langsung
menyerang Rene menggunakan pisau. Sementara PI juga dikejar oleh salah satu
pelaku yang menggunakan jaket ojol sehingga ia berlari ke depan Villa Amira
Nomor 4 yang saat itu dalam keadaan gelap. Pelaku menusuk korban menggunakan
pisau. Saksi sempat melihat penyerang itu memasuki vila korban, tetapi tidak
lama keluar lagi.
Lantaran tidak menemukan PI, pelaku melanjutkan untuk
menghujani tubuh korban dengan tusukan senjata tajam. Setelah melancarkan
aksinya, saksi yang mengintip dari kegelapan melihat kedua pelaku melarikan
diri. Setelah itu PI berani mendekati pacarnya yang sudah tergeletak bersimbah
darah sembari beteriak meminta pertolongan. Dia juga menghubungi pemilik vila
inisial NMA (39) untuk memanggilkan ambulans. (*)
