Jaya Negara bersama pejabat terkait dalam kesempatan pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3/2026). (Foto: Hms Dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3/2026).
Upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga yang
dilaksanakan sebagai rangkaian memohon restu dan kelancaran dalam menjalankan
tugas-tugas Paruman Alitan MDA Kota Denpasar.
Prosesi diawali dengan upacara Majaya-Jaya yang dipuput oleh
Ida Pedanda Gede Putra Gelgel Keniten, Griya Satya, dilanjutkan dengan
persembahyangan bersama serta penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis
oleh Wali Kota Jaya Negara.
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Denpasar sebagai bagian
dari upaya menjaga keharmonisan serta memperkuat peran lembaga adat dalam
kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.
Menurutnya, keberadaan MDA memiliki peran strategis dalam
menjaga, melestarikan, serta menguatkan nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya
Bali di tengah dinamika perkembangan kota.
“Melalui pelaksanaan upacara ini kita berharap seluruh
pengurus dan anggota MDA diberikan kerahayuan, kekuatan, serta kelancaran dalam
mengemban tugas menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujar Jaya
Negara.
Lebih lanjut disampaikan, sinergi antara pemerintah daerah
dan desa adat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan
berbasis budaya di Kota Denpasar. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan
nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari sekaligus mampu mendukung terwujudnya
Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Sementara itu, Ketua MDA Kota Denpasar I Ketut Wisna,
menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga
sekaligus menjadi rangkaian pengukuhan Bendesa Alitan MDA Kota Denpasar yang
berada di empat kecamatan.
Ia mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan paruman di
tingkat kecamatan yang menetapkan Bendesa Alitan di masing-masing kecamatan.
Selanjutnya, pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan dari Majelis Desa
Adat yang kemudian diserahkan secara simbolis pada pelaksanaan upacara
Majaya-jaya oleh Wali Kota Denpasar.
“Kehadiran Bendesa Alitan ini diharapkan dapat memperkuat
pendampingan serta penguatan desa adat di masing-masing kecamatan,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan MDA juga diharapkan dapat bersinergi
dan mendukung berbagai program Pemerintah Kota Denpasar, sekaligus terus ngayah
dalam menjaga dan menguatkan desa adat.
“Semoga melalui pelaksanaan upacara ini seluruh pengurus
dapat diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas. Mari bersama-sama mendukung
program pembangunan Kota Denpasar melalui penguatan desa adat,” pungkasnya. (pur/hum)