Rombongan Dekranasda Aceh Utara yang dipimpin oleh Ny. Musliana Asmail diterima oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, di lokasi Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/4/2026). (Foto: Hum Prov. Bali)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Ketua Dekranasda Provinsi
Bali, Ny. Putri Koster mendapat pujian dari Dekranasda Aceh Utara karena mampu
mendorong kemajuan sektor kerajinan di Bali.
Hal itu mengemuka saat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah
(Dekranasda) Kabupaten Aceh Utara melaksanakan kunjungan kerja untuk menimba
ilmu dari Provinsi Bali.
Rombongan Dekranasda Aceh Utara yang dipimpin oleh Ny.
Musliana Asmail diterima oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster,
di lokasi Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Musliana memuji berbagai
terobosan Ibu Putri Koster dalam mendorong kemajuan sektor kerajinan di Pulau
Dewata.
Dalam paparan singkatnya, Musliana menyampaikan terima kasih
atas sambutan hangat dari Ibu Putri Koster beserta jajaran pengurus Dekranasda
Bali. Ia juga memberikan gambaran bahwa Aceh Utara merupakan salah satu
kabupaten di Provinsi Aceh.
“Wilayah kami terdiri atas 27 kecamatan dan 850 desa. Ini
merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah terluas di Indonesia,” ujarnya.
Di bidang kerajinan, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil
kain bordir, kerajinan berbahan eceng gondok, gerabah, hingga anyaman daun
pandan. Namun demikian, Musliana dengan rendah hati mengakui bahwa sektor
kerajinan di daerahnya belum semaju Bali.
“Oleh karena itu, kedatangan kami bertujuan untuk menimba
ilmu agar kerajinan Aceh Utara dapat bangkit seperti di Bali,” ungkapnya.
Dalam kunjungan kerja ini, Musliana bersama jajaran
Dekranasda Aceh Utara ingin mengetahui langkah-langkah yang dilakukan Bali
dalam memajukan sektor kerajinan.
“Kami berharap dapat membawa hal-hal yang nantinya bisa
diimplementasikan di Aceh Utara,” tambahnya.
Ny. Putri Koster menyambut baik harapan yang disampaikan
Ketua Dekranasda Aceh Utara.
Ia yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK dan Ketua TP
Posyandu Provinsi Bali, secara rinci berbagi pengalaman mengenai berbagai
program yang dijalankan oleh tiga lembaga yang dipimpinnya.
Ny. Putri Koster mengungkapkan bahwa pada awal menjabat
sebagai Ketua Dekranasda, dirinya belum memiliki pengetahuan mendalam terkait
lembaga tersebut.
“Namun kami belajar dengan cepat. Berkoordinasi dengan OPD
terkait, yaitu Disperindag, kami kemudian mengambil fungsi kontrol. Jika di
lapangan ditemukan permasalahan, kami koordinasikan dengan para pemangku
kepentingan terkait,” jelasnya.
Pada awal masa kepemimpinannya di Dekranasda Bali, ia
menemukan sejumlah persoalan yang dihadapi para perajin, seperti belum memiliki
hak kekayaan intelektual (HKI). Selain itu, kain tradisional endek juga banyak
diproduksi di luar daerah, yang merugikan perajin lokal. Kondisi ini turut
menyebabkan kemerosotan sektor kerajinan tenun Bali yang sempat berkembang
pesat pada era 1980-an.
“Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, semakin banyak
pelanggaran yang membuat sektor kerajinan tenun semakin merosot,” imbuhnya.
Menyikapi hal tersebut, Dekranasda Bali memberikan perhatian
serius untuk membangkitkan kembali sektor kerajinan tenun tradisional, salah
satunya melalui pelaksanaan Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Denpasar.
Selain itu, Dekranasda Bali secara berkala juga membawa desainer lokal untuk
mengikuti kegiatan ke luar negeri.
“Tujuannya bukan semata-mata memperluas pasar, tetapi yang
lebih penting adalah menambah wawasan dan kepercayaan diri mereka, dan hal itu
terbukti berhasil. Kami juga ingin menyampaikan bahwa Bali tidak hanya memiliki
potensi seni seperti tari atau gamelan,” tambahnya.
Untuk mendukung Pameran IKM Bali Bangkit, juga digelar event
Dekranasda Bali Fashion Week dan Dekranasda Bali Fashion Day.
Dalam paparannya, Ibu Putri Koster juga menyinggung berbagai
program TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali. TP PKK Bali memiliki program
“Menyapa dan Berbagi” serta “Berbelanja dan Berbagi” yang dikemas dalam
kegiatan pasar rakyat. Sementara itu, TP Posyandu melaksanakan program “Membina
dan Berbagi” dengan turun langsung ke desa-desa.
Penerimaan kunjungan kerja Dekranasda Aceh Utara diakhiri
dengan pertukaran cendera mata. Ny. Ibu Putri Koster menyerahkan bingkisan
berupa kain endek dan tas berbahan ate dengan aksesori perak. Sementara itu,
Musliana memberikan kenang-kenangan berupa kain tenun khas Aceh. Kegiatan
kemudian ditutup dengan peninjauan stan pameran IKM Bali Bangkit. (hum/lan)
