Layanan bus gratis lewat dana pribadi Bupati Kembang bagi masyarakat pemedek yang hendak tangkil pada upacara Karya Agung IBTK di Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur (Ngusaba Kedasa) tahun 2026, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Mendukung kelancaran umat
serta meringankan beban transportasi masyarakat pemedek yang hendak tangkil
pada upacara Karya Agung di Pura Besakih (Ida Bhatara Turun Kabeh-IBTK) dan
Pura Ulun Danu Batur (Ngusaba Kedasa) tahun 2026, Bupati Jembrana I Made
Kembang Hartawan dengan dana pribadi menyediakan layanan bus gratis.
Tak tanggung-tanggung, dua unit bus secara gratis
disumbangkan guna memfasilitasi pemedek asal Jembrana yang hendak melakukan
persembahyangan (tangkil) kedua pura tersebut.
Kloter pertama berangkat satu bus pada Sabtu (18/4/2026),
untuk kemudian disusul keberangkatan bus yang kedua pada hari selanjutnya.
Langkah ini bentuk perhatian personal bupati terhadap
antusiasme krama Jembrana dalam melaksanakan bakti keagamaan, khususnya pada
rangkaian upacara besar di pura-pura tersebut yang kerap terkendala oleh akses
transportasi dan biaya perjalanan, mengingat jarak tempuh dari Jembrana yang
cukup jauh.
Penyediaan dua armada bus ini, menurut Bupati Kembang
Hartawan, bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan sebuah pilot project
atau langkah rintisan. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi cikal bakal program
resmi Pemerintah Kabupaten Jembrana di masa mendatang.
Strategi ‘Merintis dengan Pribadi, Mematangkan jadi Program
Daerah’ ini bukan kali pertama dilakukan Bupati Kembang.
Diawali dengan langkah pribadi, kini telah sukses diterapkan
oleh Bupati melalui berbagai program unggulan daerah.
Selain ‘Rumah Singgah Harmoni’ di Denpasar yang awalnya
menggunakan rumah pribadi bupati untuk warga Jembrana yang berobat ke luar
daerah, pola yang sama juga sukses diterapkan pada program ‘Pick-up Gratis dan
Mobil Layanan Antar-Jemput Pasien’.
Pada program pick-up untuk desa adat, awalnya dimulai dari
armada pribadi serta 25 unit lainnya milik para kader partai, dipinjamkan untuk
membantu warga yang membutuhkan alat transportasi saat menggelar yadnya maupun
hajatan dan acara besar keagamaan lainnya.
Setelah diadopsi menjadi program unggulan daerah, kini telah
dihibahkan kepada desa adat dan kelurahan sebanyak 70 unit.
Program-program tersebut awalnya dilakukan secara mandiri
oleh Kembang Hartawan sebelum akhirnya diangkat menjadi kebijakan resmi daerah
yang dibiayai APBD karena manfaatnya yang luar biasa bagi masyarakat.
“Saya ingin memulai ini dari niat pribadi sebagai bentuk
bakti kepada umat. Sama seperti Rumah Singgah, Layanan Pick-up Gratis, dan Mobil
Antar-Jemput Pasien yang dulu kita rintis secara mandiri, dengan skala yang
lebih kecil, kini menjadi program unggulan daerah. Ke depan, layanan bus gratis
ini juga saya harapkan menjadi fondasi bagi pelayanan publik Jembrana yang
lebih melayani," ungkap Bupati Kembang Hartawan, Sabtu (18/4/2026).
Bupati menegaskan bahwa penggunaan dana pribadi di tahap
awal adalah bentuk pengabdian sekaligus sarana untuk menguji efektivitas
layanan sebelum nantinya diangkat menjadi kebijakan resmi.
“Kita siapkan dua unit bus dulu. Kita lihat manfaatnya dan
bagaimana respon warga. Kalau responnya bagus, ke depan akan kita patenkan
menjadi program pemerintah daerah,” terangnya.
Hadirnya dua unit bus ini diharapkan dapat meringankan beban
ekonomi krama terkait biaya transportasi yang kian meningkat. Selain itu,
dengan koordinasi transportasi yang terpusat, faktor keselamatan di jalan raya
dan kepadatan lalu lintas di area pura dapat lebih terjaga.
Fasilitas ini juga bertujuan agar krama dapat berangkat
bersama-sama dalam satu koordinasi yang aman, sehingga faktor kelelahan
berkendara jarak jauh dapat diminimalisir.
“Agar semeton Jembrana yang ingin tangkil ke Besakih maupun
Batur bisa lebih nyaman. Saya ingin memastikan bahwa niat tulus masyarakat
untuk bersembahyang tidak terhambat oleh masalah biaya atau teknis di
perjalanan. Ini adalah bentuk bakti kita kepada umat,” tandasnya. (abhi/prokopim
jembrana)
