Para artis Nuanu Music Residency mengunjungi Art Village di Nuanu Creative City, sebagai bagian dari interaksi dengan ekosistem kreatif dan komunitas lokal. (Foto: Nuanu Creative City)
BALI, PERSPECTIVESNEWS- Nuanu Creative City menghidupkan identitasnya sebagai sebuah ruang kreatif, yang dirancang secara khusus untuk menumbuhkan ide, kolaborasi, dan ekspresi artistik lintas disiplin.
Dengan ekosistem yang unik serta komitmen terhadap
inovasi budaya, Nuanu semakin mengukuhkan posisinya sebagai hub dinamis di mana
musisi, penulis lagu, dan produser dapat berkarya, terhubung, dan menampilkan
karya mereka ke panggung internasional.
Tengah berlangsung pada 6–11 April 2026, Nuanu Music
Residency menandai peluncuran format baru yang bersifat berkelanjutan—sebuah
platform yang dirancang untuk mempertemukan artis, produser, dan penulis lagu
dari Indonesia dan berbagai negara di Bali.
Inisiatif ini dikembangkan sebagai program jangka panjang
yang terus berkembang, di mana setiap edisi menjadi bagian dari rangkaian
residency yang lebih luas, memungkinkan Nuanu untuk secara konsisten
menghadirkan talenta baru, membangun momentum kultural, serta mendorong
kolaborasi musik lintas negara secara berkelanjutan.
“Nuanu Creative City dibangun sebagai ruang di mana
kreativitas tidak hanya ditampilkan, tetapi juga diciptakan, dikolaborasikan,
dan dibagikan. Music Residency ini mencerminkan secara langsung makna ‘Creative
City’ bagi kami—sebagai tempat di mana seniman internasional dan Indonesia
dapat bertemu, bertukar ide, dan menciptakan karya baru bersama,” ujar Ida Ayu
Astari Prada, Brand and Communications Director Nuanu dalam rilis, Kamis
(0/4/2026).
Program selama satu minggu ini
menghadirkan beragam talenta. Dari kancah internasional, hadir Bapari, Keiynan
Lonsdale, Caleb Tasker, Narou, dan Sirachi, bersama tim Bodega Records — Chris
Siegfried, Peter Sabbagh, Willie Blomfield, Strukki, dan DRIZZZ. Sementara itu,
skena musik Indonesia diwakili oleh Tenxi, Novia Bachmid, Young Lex, Nayaka,
Bas Boi, Anniysa, Imelda Lizal, dan Suisei.
Tenxi, rapper dan produser di
balik lagu viral “Garam & Madu” serta pemenang AMI Awards 2025 untuk
kategori Best Rap/Hip-Hop Collaboration, membagikan pengalamannya, “Menjadi
bagian dari Nuanu Music Residency ini adalah kesempatan yang jarang, karena
kami benar-benar membuat musik bersama selama satu minggu di lingkungan seperti
ini. Bodega punya pendekatan yang berbeda—dan berada di tengah energi seperti
ini sangat mendorong kreativitas.”
Program ini dirancang untuk mendukung keseluruhan proses kreatif, mulai
dari sesi penulisan lagu, makan malam bersama para artis, hingga masterclass
dan berbagai aktivitas lainnya. Hal ini membuka kesempatan bagi publik, baik
secara daring maupun langsung di Nuanu, untuk melihat proses terciptanya musik
secara lebih dekat.
Chris Siegfried dari Bodega
Records menambahkan, “Yang membuat pengalaman ini istimewa adalah
lingkungannya. Nuanu berhasil menghadirkan ruang di mana kolaborasi terjadi
secara alami. Para penulis, produser, dan artis tinggal dan bekerja bersama,
sehingga melahirkan proses kreatif yang sangat organik.”
Menjelang akhir program, Nuanu
Creative City kembali menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan bagi
pertukaran kreatif lintas negara—sebuah tempat di mana komunitas musik global
dapat berkumpul, berkarya, dan membawa pulang sesuatu yang baru. (*)
