Ketua Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Dr. Ketut Jaman (tengah) saat presscon di Agung Room Hotel Bali Beach , Sanur, Bali. (Foto: lan)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Ketua Bali
Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB) Dr. Ketut Jaman menegaskan,
kehadiran organisasi seperti BaliCEB di era sekarang adalah sebuah kebutuhan,
dan Bali sebagai pusat MICE (Meeting, Insentive, Conference, Exhibition) perlu
diperkuat lagi untuk menjadi yang terlengkap di Asia Pasifik.
“Kami yakin, jika Bali Convention and
Exhibition Bureau (BaliCEB) sudah diresmikan maka Bali bakal menjadi pusat MICE
terlengkap di Asia Pasifik (Aspas),” ungkap Dr. Ketut Jaman, pada Presscon di Agung
Room, Hotel Bali Beach, Sanur, Denpasar, Selasa (26/5/2026).
Pada presscon disebutkan pula bahwa kepengurusan
BaliCEB periode 2026-2031 bakal diresmikan pada Jumat, 5 Juni 2026.
Ketua BaliCEB sekaligus Ketua Panitia
Pelantikan, Ketut Jaman mengatakan, BaliCEB akan resmi melantik dan mengukuhkan
kepengurusan periode 2026-2031 pada 5 Juni 2026 mendatang. Momentum ini disebut
menjadi tonggak baru kebangkitan industri bisnis event Bali menuju era yang
lebih profesional dan berdaya saing global.
“Momentum ini bukan sekadar ceremony
organisasi, tetapi merupakan bagian dari langkah bersama untuk memperkuat
posisi Bali sebagai destinasi MICE atau bisnis event,” ujarnya lagi.
Turut hadir dalam konferensi pers Wakil Ketua
BaliCEB Gede Ardiana, Sekjen BaliCEB, Wayan Sugiantara, Dewan Pembina BaliCEB,
Trisno Nugroho, dan Dewan Pakar BaliCeb, Gede Ginaya.
Ketut Jaman menjelaskan, industri MICE dunia
sempat terpukul akibat pandemi COVID-19 dengan terhentinya ribuan konferensi,
pameran, dan perjalanan internasional. Namun pasca pandemi, sektor ini justru
mengalami pemulihan kuat dan memasuki era transformasi baru.
“Dunia kembali menyadari bahwa pertemuan tatap
muka tetap memiliki nilai strategis yang tidak tergantikan. MICE bukan hanya
tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang terciptanya investasi, inovasi,
kolaborasi, pertukaran pengetahuan, hingga diplomasi ekonomi global,” sebutnya.
Nilai industri MICE global terus meningkat dan
diproyeksikan mencapai lebih dari 1 triliun USD. Kawasan Asia Pasifik disebut
sebagai wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Negara seperti Singapura,
Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Australia terus memperkuat convention
bureau mereka untuk memenangkan persaingan global.
Dalam konteks itu, Bali dinilai memiliki
peluang besar menjadi pusat bisnis event internasional di Asia Pasifik.
“Bali memiliki kekuatan budaya yang unik,
keramahan masyarakat, konektivitas internasional, fasilitas hospitality kelas
dunia, serta pengalaman panjang menyelenggarakan event internasional,” jelas
Ketut.
Ketut Jaman menegaskan, persaingan industri
MICE global kini semakin kompetitif. Destinasi tidak cukup hanya memiliki hotel
dan convention center yang baik. Dunia kini menuntut destinasi dengan aspek
sustainability, teknologi, kualitas SDM, keamanan, konektivitas, serta
kemampuan kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, keberadaan BaliCEB dinilai penting
sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, industri hotel, convention center,
profesional conference organizer, maskapai, akademisi, media, dan seluruh
stakeholder pariwisata Bali.
“Convention bureau modern berfungsi sebagai
promotor, fasilitator, koordinator strategis, dan katalis. Tugasnya bukan hanya
mempromosikan Bali, tetapi juga melakukan bidding event internasional,
membangun jejaring global, memperkuat branding destinasi, meningkatkan
kapasitas SDM, hingga menciptakan legacy ekonomi dan sosial bagi masyarakat
Bali,” sambungnya.
Ke depan, BaliCEB akan fokus pada lima agenda
utama:1. Meningkatkan jumlah event internasional di Bali, 2. Memperkuat
positioning Bali sebagai global business event destination, 3. Mendorong
sustainable event dan green meeting, 4. Memperluas jejaring internasional, 5.
Memperkuat sinergi seluruh stakeholder industri
BaliCEB juga mendukung pengembangan Bali
sebagai destinasi wellness tourism kelas dunia berbasis budaya dan kearifan
lokal. Integrasi wellness tourism dan bisnis event diyakini menjadi kekuatan
baru Bali untuk menarik konferensi internasional, corporate retreat, incentive
travel, serta forum global berbasis sustainability dan well-being.
Sementara itu, Dewan Pembina BaliCEB Trisno
Nugroho mengatakan, konsentrasinya pada BaliCEB sejalan dengan tema Kementerian
Pariwisata dan Pemerintah Bali bahwa pariwisata menjadi penting bagi Bali.
“Salah satu cara untuk menarik turis yang
berkualitas adalah melalui MICE. Kehadiran BaliCEB mempermudah penyelenggaraan
event internasional di Bali,” kata Trisno.
“Bagi saya, Bali adalah The Best MICE location
di dunia karena di Bali ada business. Kita menggabungkan business dan leisure
bersama. Bali memiliki potensi luar biasa yang belum diekspor secara total.
Bali memiliki paket lengkap untuk lokasi MICE,” tambahnya.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus BaliCEB
periode 2026-2031 diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi seluruh
pemangku kepentingan untuk membangun Bali bukan hanya sebagai destinasi wisata
dunia, tetapi juga sebagai rumah bagi kolaborasi internasional, pusat
pertukaran pengetahuan, dan destinasi bisnis event berkelas dunia. (lan)
