Perspectives News

Persembahyangan Saraswati, Jaya Negara Tekankan Ilmu Pengetahuan sebagai Kunci Daya Saing SDM

 

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat melaksanakan persembahyangan bersama Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (4/4).


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka merayakan Hari Suci Saraswati di Pura Agung Jagatnatha, Sabtu (4/4). Momentum turunnya ilmu pengetahuan ini dimanfaatkan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, untuk mendorong penguatan kualitas pendidikan dan peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Denpasar.

Dalam pesannya, Wali Kota Jaya Negara mengutip pemikiran luhur sastrawan besar Ida Pedanda Made Sidemen mengenai pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal utama kehidupan. Menurutnya, di tengah keterbatasan sumber daya alam, penguasaan ilmu pengetahuan adalah aset paling berharga.

“Meskipun kita tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, kita harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Ilmu adalah sumber kehidupan sekaligus jalan pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Komitmen ini dapat diwujudkan melalui prioritas pembangunan pada sektor pendidikan, baik dari sisi peningkatan kualitas tenaga pendidik maupun infrastruktur. Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar dari tahun ke tahun.

Selain fokus pada akademik, Jaya Negara juga menekankan pentingnya karakter dan kepedulian lingkungan. Pemkot Denpasar aktif melibatkan civitas akademika dalam program pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Sekolah-sekolah di Denpasar telah menjadi pionir dalam mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah. Ini adalah bentuk nyata dari penerapan ilmu pengetahuan yang berdampak langsung pada lingkungan,” tambahnya.

Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa persembahyangan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya memperkuat nilai spiritual demi mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.

Untuk menjaga kesucian pura, pihak panitia telah mengatur jadwal persembahyangan hingga malam hari guna menghindari penumpukan pemedek. Selain itu, masyarakat diimbau keras untuk tidak membawa plastik sekali pakai selama berada di areal pura. (pur/humas dps) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items