Petugas mengevakuasi seorang penumpang KMP Samudera Utama,
Mareta Arfianto (34), yang terjatuh ke perairan Selat Bali pada Senin
(20/4/2026) pagi. Warga asal Lumajang ini sempat terombang-ambing di lautan
sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang melintas. (FOTO:
Danposal Gilimanuk).
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS - Insiden menegangkan menimpa seorang penumpang KMP
Samudera Utama, Mareta Arfianto (34), yang terjatuh ke perairan Selat Bali pada
Senin (20/4/2026) pagi. Warga asal Lumajang ini sempat terombang-ambing di
lautan sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang melintas.
Penyelidikan awal mengungkap bahwa insiden ini murni
disebabkan oleh gangguan kondisi fisik mendadak yang dialami korban. Kejadian
bermula sekitar pukul 09.00 Wita saat kapal bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk
menuju Ketapang. Korban diketahui sedang bersandar pada railing (pagar
pembatas) di bagian kanan buritan kapal.
Berdasarkan keterangan resmi, korban mengaku tiba-tiba
merasa pusing hebat saat sedang bersandar. Kondisi ini membuatnya kehilangan keseimbangan
seketika dan terlempar ke laut.
Danposal Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, menegaskan
tidak ada unsur kesengajaan atau tindakan mencurigakan. Peristiwa ini murni
kecelakaan akibat kondisi kesehatan korban yang menurun saat berlayar.
Keberuntungan masih berpihak pada Arfianto. Di saat kritis,
KMP Trisna Dwitya yang berada di jalur yang sama melihat tanda-tanda minta
tolong dari tengah laut.
"Awak kapal melihat ada orang yang mengapung dan
segera melakukan koordinasi evakuasi. Korban berhasil diangkat ke atas kapal
dalam keadaan selamat," ujar Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama (P3K) di ruang
medis kapal, korban dievakuasi menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Petugas
memastikan kondisi korban telah stabil sebelum diserahkan kepada otoritas
pelabuhan untuk penanganan lebih lanjut.
Otoritas pelabuhan pun mengimbau para penumpang untuk
segera mencari tempat duduk atau melapor kepada petugas jika merasa kurang
sehat selama perjalanan demi menghindari insiden serupa. (dik)
