Gubernur Koster saat meninjau sejumlah titik krusial dalam Pembangunan tahap kedua Turyapada Tower, pada Minggu (5/4). Foto: Hms. Prov. Bali.
BULELENG, PERSPECTIVESNEWS – Pembangunan tahap kedua Turyapada Tower, yang digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata Bali Utara, kini telah mencapai progres signifikan sebesar 45 persen. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa proyek multifungsi ini harus tetap menjaga konsistensi kualitas material tanpa kompromi demi mengejar target peresmian pada akhir tahun 2026.
Dalam tinjauan lapangan pada Minggu (5/4), Gubernur Koster melihat berbagai titik krusial, mulai dari area komunal, fasilitas glamping, hingga jalur operasional gondola sepanjang 1,4 kilometer. Koster menekankan bahwa Turyapada Tower bukan sekadar infrastruktur telekomunikasi, melainkan mahakarya arsitektur yang menggabungkan teknologi modern dengan kearifan lokal.
"Kita rancang dengan bagus, maka tower ini akan jauh lebih unggul dibandingkan yang lain di dunia. Saya minta tepat waktu, tapi tidak boleh menurunkan mutu. Ini bukan bangunan biasa, melainkan ikon," tegas Koster.
Proyek ini dirancang dengan konsep "Wisata di Atas Awan". Selain berfungsi sebagai pemancar siaran TV digital dan internet, kawasan ini akan memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas eksklusif seperti Wahana Adrenalin yang terdiri dari jembatan kaca, skywalk, dan flying fox. Ada pula wahana Edukasi & Budaya seperti keberadaan Planetarium, laboratorium pendidikan, serta museum telekomunikasi dan kebudayaan Bali. Untuk menunjang akses, disediakan area parkir seluas sekitar satu hektare dan gondola sepanjang 1,4 kilometer yang menghubungkan parkir dengan menara.
Kawasan ini juga dilengkapi pusat UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta gedung konvensi yang menyasar pasar wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Ketua DPRD Bali, Dewa Mahadnyana, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menitipkan pesan agar keberadaan menara ini memberikan dampak nyata bagi warga Buleleng. Ia mengusulkan adanya kebijakan akses gratis secara bergiliran bagi warga lokal pada hari-hari tertentu.
Pemerintah Provinsi Bali menargetkan seluruh konstruksi fisik selesai pada November 2026, yang kemudian akan dilanjutkan dengan fase perapian (finishing) sebelum akhirnya diresmikan pada bulan Desember 2026. Dengan penggunaan spesies bunga dan tumbuhan lokal dalam lanskapnya, Turyapada Tower diharapkan menjadi destinasi wisata edukatif yang tetap membumi di tengah kecanggihan teknologinya. (*)