Perspectives News

Terapkan ‘Clean Energy Day’, PLN UP2D Bali Klaim Hemat Ribuan Liter BBM

 


Suasana parkir PLN UP2D Bali pada hari Jumat yang ditetapkan sebagai 'Clean Energy Day' yang diklaim bisa menghemat ribuan liter BBM

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PLN UP2D Bali menerapkan program ‘Clean Energy Day’ sebagai upaya mendorong penggunaan energi ramah lingkungan sekaligus mendukung kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM).

Program yang menjadi inisiatif baru dari PLN ini mengajak seluruh pegawai untuk menggunakan transportasi non-BBM saat berangkat ke kantor, minimal satu hari dalam sepekan.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kontribusi PLN dalam merespons kondisi global yang memengaruhi ketersediaan energi.

“Ini juga merupakan partisipasi PLN dalam rangka berkontribusi untuk penghematan bahan bakar. Belakangan ini kondisi politik global menyebabkan kelangkaan energi, terutama bahan minyak. Kita di Indonesia masih bersyukur kelangkaan itu belum terasa sampai sekarang,” ujarnya, di Denpasar, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, program ini juga berangkat dari imbauan pemerintah untuk menghemat BBM, salah satunya melalui kebijakan work from home (WFH). Namun, PLN sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi tidak memungkinkan menerapkan WFH secara penuh.

“Karena PLN tidak bisa menerapkan WFH, maka solusinya adalah tetap masuk kantor, tetapi kendaraan yang digunakan tidak memakai BBM. Hasilnya sama, kendaraan tetap tidak digunakan, tetapi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap hari Jumat seluruh pegawai diwajibkan menggunakan transportasi non-BBM, seperti sepeda, berjalan kaki, atau kendaraan listrik. Bahkan, pihak kantor memasang portal khusus di pintu masuk untuk memastikan hanya kendaraan non-BBM yang diperbolehkan masuk.

Meski demikian, masih ditemukan pegawai yang lupa mengikuti aturan tersebut.

“Memang masih ada satu dua pegawai yang lupa, meskipun sudah kami imbau sebelumnya. Tetapi sesuai komitmen bersama, jika tidak menggunakan kendaraan non-BBM, maka kendaraannya tidak bisa masuk kantor pada hari tersebut,” tegasnya.

PLN juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini melalui aplikasi internal.

Setiap pegawai diminta melaporkan jenis transportasi yang digunakan serta jarak tempuh perjalanan, yang kemudian dikonversi untuk menghitung penghematan BBM dan penurunan emisi.

Berdasarkan implementasi perdana pada 10 April 2026, program yang dilaksanakan serentak di seluruh kantor PLN se-Indonesia ini, menunjukkan hasil signifikan. Sebanyak 9.241 pegawai tercatat berpartisipasi, dengan total penurunan emisi mencapai sekitar 28,6 ribu kilogram CO₂e. Rata-rata penurunan emisi per pegawai sebesar 2,49 kilogram CO₂e.

PLN juga mengklaim, program ini berhasil menghemat sekitar 12.400 liter BBM, dengan efisiensi biaya energi mencapai lebih dari Rp153 juta.

PLN turut mendorong pegawai yang tinggal jauh dari kantor untuk menggunakan kendaraan listrik atau berbagi transportasi. Bagi yang belum memiliki kendaraan listrik, disarankan menggunakan ojek online berbasis listrik atau berangkat bersama rekan kerja yang menggunakan kendaraan listrik ataupun dengan transportasi umum.

Langkah sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam upaya penghematan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. (lan/*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama