Perspectives News

35 Desainer Ternama Support Bali Fashion Parade 2026, Tampilkan 150 Model



Founder dan Creative Director YMM Event Organizer, Yongki Perdana (Foto: lan)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS -  Sebanyak 35 desainer ternama dari Jakarta, Surabaya dan Bali mendukung helatan Bali Fashion Parade (BFP) 2026, yang diselenggarakan Yongki Max Model (YMM) Event Organizer di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (30/5/2026).

Bali Fashion Parade 2026 menampilkan 150 model dan merupakan sebuah perhelatan fashion berskala nasional dan internasional yang menghadirkan perpaduan antara budaya, sustainability, kreativitas, dan high fashion dalam satu panggung kolaboratif bertema “Living Legacy”.

Founder dan Creative Director YMM Event Organizer, Yongki Perdana, mengatakan BFP 2026 menghadirkan karya-karya desainer ternama, creative showcase, exhibition UMKM, hingga pertunjukan artistik yang terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia. Ini merupakan platform fashion yang mengangkat dua pemikiran utama, yaitu heritage dan sustainability.

“Melalui tema ‘Living Legacy’ menghadirkan interpretasi modern terhadap budaya dan kearifan lokal melalui karya fashion yang berkembang mengikuti arah tren global tanpa meninggalkan identitas dan nilai tradisi,” ujar Yongki kepada wartawan di sela berlangsungnya event tersebut di BSCC Bali, Sabtu (30/5/2026).

Ia melanjutkan, BFP 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi desainer, UMKM, artisan lokal, pelaku industri kreatif, model, dan komunitas untuk bertumbuh bersama dalam ekosistem fashion yang lebih kreatif dan berkelanjutan.

Selain menampilkan koleksi dari berbagai desainer nasional dan lokal, BFP 2026 menghadirkan contemporary performance art, fashion exhibition, serta creative market yang memperkuat pengalaman artistik dan budaya dalam keseluruhan rangkaian acara.

Sebagai bentuk dukungan terhadap desainer lokal Bali, BFP 2026 juga menghadirkan desainer binaan Dekranasda Provinsi Bali yang akan menampilkan karya terbaik mereka, yaitu: Taksu, Body & Mind, De’luxe, Lusi Damai, Ipong Design, Kembang Sari.

Selain itu, BFP 2026 juga menghadirkan sejumlah guest star designer nasional & internasional yang dikenal melalui karakter dan identitas karya masing-masing, di antaranya: Dana Maulana – Danjyo Hiyoji, Ririn Yaxley, Erika Pena, Flirt, Adith, Basundhari Hardy.

“Tidak hanya fashion showcase, acara ini dimeriahkan oleh special performance dari penyanyi nasional Santhi yang akan menghadirkan suasana artistik dan emosional dalam rangkaian pertunjukan Bali Fashion Parade 2026,” katanya.

BFP 2026 turut didukung dan disponsori oleh berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam mendukung perkembangan industri fashion, budaya, dan ekonomi kreatif di Bali. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan BFP 2026 sebagai ruang kolaborasi kreatif yang menghadirkan nilai budaya, sustainability, dan high fashion dalam satu panggung.

Adapun pihak-pihak yang turut mendukung penyelenggaraan Bali Fashion Parade 2026 di antaranya Dekranasda Provinsi Bali, Basundhari Hardy, Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Hatten Wine, Rob Peetoom, Lopodo, Make Over, Bali Meet Night, F People, Major Sound & Lighting Rental, Hary Wijaya Make Up Artist, serta Ruba Creative.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan, kepercayaan, dan kolaborasi yang diberikan oleh seluruh sponsor, partner, dan pihak pendukung yang telah menjadi bagian dari perjalanan Bali,” kata Yongki Perdana.

Diharapkan melalui sinergi ini Bali Fashion Parade dapat terus berkembang sebagai platform kreatif yang mampu mengangkat potensi fashion, budaya, UMKM, dan industri kreatif Bali ke tingkat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Mengenai tema “Living Legacy”, Yongki mengatakan Living Legacy menggambarkan bagaimana budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi sesuatu yang terus hidup, berkembang, dan diwariskan melalui kreativitas generasi masa kini.

Tema ini juga menyoroti pentingnya sustainable fashion melalui penggunaan material daur ulang, conscious craftsmanship, serta pemberdayaan UMKM dan artisan lokal sebagai bagian dari masa depan industri fashion yang lebih bertanggung jawab.

“Kami ingin menghadirkan fashion bukan hanya sebagai estetika, tetapi sebagai bentuk identitas, ekspresi budaya, dan gerakan kreatif yang memiliki dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (lan) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama