Ketua Kajian Penelitian, I Wayan Jondra (dua dari kiri) memperlihatkan hasil karya mahasiswa saat kunjungan GM yang didampingi manajemen PLN UID Bali, Rabu (13/5/2026). (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Upaya menghadirkan
pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat terus diperkuat PT
PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali melalui kolaborasi dengan
Politeknik Negeri Bali (PNB).
Sinergi ini diwujudkan melalui penyampaian hasil penelitian
dan kajian teknis terkait konstruksi tiang listrik serta pembahasan
pengembangan infrastruktur kelistrikan guna mendukung pertumbuhan kebutuhan
energi di Bali.
Kegiatan pada Rabu (13/5/2026) tersebut dihadiri Direktur
Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, Ketua Kajian Penelitian I Wayan Jondra,
serta General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho.
Pada kesempatan tersebut, General Manager PLN UID Bali
bersama Direktur Politeknik Negeri Bali turut meninjau fasilitas praktik dan
laboratorium berbasis energi baru terbarukan (EBT), di antaranya Laboratorium
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mikrohidro, dan Pembangkit Listrik
Tenaga Bayu (PLTB).
Fasilitas laboratorium yang lengkap dan representatif
tersebut menjadikan Politeknik Negeri Bali sebagai salah satu rujukan
pembelajaran EBT di Indonesia.
Dalam pembahasan tersebut disampaikan bahwa pengembangan
sistem kelistrikan hingga saat ini masih membutuhkan jaringan kabel, gardu,
serta dukungan ruang dan lahan untuk menunjang kebutuhan pelanggan dan
pertumbuhan sistem kelistrikan. Karena itu, kolaborasi antara dunia industri,
masyarakat, dan institusi pendidikan dinilai penting dalam mendukung
pengembangan inovasi serta menjawab tantangan kebutuhan energi di masa depan.
General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho
menyampaikan bahwa kebutuhan listrik di Bali terus mengalami peningkatan
seiring pertumbuhan sektor bisnis, transportasi, dan pembangunan infrastruktur
lainnya.
Menurutnya, pengembangan sistem kelistrikan harus dilakukan
dengan pendekatan ilmiah dan berbasis kondisi riil di lapangan.
“Pengembangan sistem kelistrikan perlu mempertimbangkan
karakteristik wilayah, kondisi geografis, serta kebutuhan operasional yang
dinamis agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal,”
ujarnya.
Eric juga menegaskan bahwa PLN memiliki tanggung jawab tidak
hanya sebagai perusahaan penyedia listrik, tetapi juga bagian dari upaya negara
dalam memastikan pemerataan akses energi bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun
juga hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan masyarakat
mendapatkan akses listrik yang andal dan berkelanjutan. Karena itu,
pengembangan infrastruktur kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendukung
pelayanan kepada masyarakat serta pertumbuhan pembangunan di Bali,” tambahnya.
Ia menambahkan, PLN terus membuka peluang kolaborasi dengan
berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, mitra strategis, dan perusahaan
yang memiliki kompetensi teknis maupun pendukung lainnya untuk memastikan
pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi menyampaikan
bahwa kerja sama antara dunia akademik dan industri menjadi bagian penting
dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan kajian ilmiah yang dapat
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kajian ilmiah diharapkan dapat menjadi dasar dalam
mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan infrastruktur yang lebih
adaptif, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, PLN bersama dunia akademik
berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur kelistrikan yang andal,
berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta mendukung
pembangunan Bali di masa depan. (lan/pln)
