Bupati Kembang Hartawan secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024, di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/5/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Bupati Jembrana, I Made
Kembang Hartawan secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan satu
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi
Tahun 2024, di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Selasa (12/5/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati I Gede
Ngurah Patriana Krisna, Sekretaris Daerah I Made Budiasa, serta seluruh Kepala
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Dalam pelantikan ini, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, yang
sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan
Kawasan Permukiman, dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang
Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana. Selain itu, sebanyak
15 CPNS formasi tahun 2024 secara resmi diambil sumpahnya menjadi PNS.
Bupati Kembang Hartawan menegaskan bahwa perubahan status
dari CPNS menjadi PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan
peningkatan tanggung jawab secara penuh.
"Ini adalah titik awal untuk pengabdian yang lebih
besar kepada masyarakat. Status PNS yang kini disandang harus dibarengi dengan
tanggung jawab penuh dalam melayani rakyat," ujarnya.
Lebih lanjut Bupati Kembang memberikan pesan khusus bagi
para ASN muda agar tetap rendah hati dan menjaga etika komunikasi di ruang
publik.
"Jangan karena sudah menjadi PNS lalu merasa 'naik
kelas' dan eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat dan memberikan contoh yang
baik. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata
kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik,"
tegasnya.
Selain itu, menyikapi kondisi kepegawaian di Jembrana,
Bupati Kembang mengungkapkan bahwa tantangan ke depan cukup besar mengingat ada
158 pegawai yang memasuki masa pensiun tahun ini, termasuk 59 orang guru.
Meskipun rencana awal formasi ASN akan disesuaikan dengan
jumlah pensiun, Bupati Kembang mengambil kebijakan untuk memprioritaskan sektor
pendidikan dan kesehatan.
"Saya putuskan mencari guru yang lebih banyak. Karena
kita kekurangan 252 guru untuk SD dan SMP. Setelah itu tenaga kesehatan, yang
betul-betul kita butuhkan. Masing-masing OPD kemungkinan mendapat 1 formasi
yang benar-benar konkret dan mendukung program-program pemerintah," pungkasnya. (prokopim jbr)
