Peluncuran official website milik PBPI Provinsi Bali hari Selasa (19/5/2026) untuk memudahkan komunitas padel mengetahui lebih banyak mengenai olahraga tersebut. (Foto: lan)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Bali meluncurkan official website guna memudahkan atlet Bali mendapatkan ranking secara digital.
Peluncuran website yang merupakan pertama kali oleh PBPI Provinsi di
Indonesia itu dilakukan di Azana Boutique Hotel, Jl. Gatot Subroto Barat,
Denpasar pada Selasa (19/5/2026).
Ketua PBPI Provinsi Bali Erwan Wiyono, mengatakan, dengan
adanya website tersebut tidak saja memudahkan perankingan atlet padel amatir
Bali, tetapi juga akan menjadi ekosistem bagi klub padel dalam menjalankan
kegiatannya.
“Seluruh klub anggota PBPI Bali nantinya memasukkan jumlah
atletnya ke dalam database untuk mengetahui klub tersebut berapa atletnya.
Selain itu juga kami melalui website akan mengetahui jumlah lapangan padel di
seluruh Bali, kualitasnya seperti apa, dan lokasinya di mana,” ujar Erwan.
Peluncuran website
PBPI Bali dihadiri klub padel di Bali karena klub padel ini berkepentingan
menggelar turnamen atau kejuaraan-kejuaraan. Sebab, kata Erwan, setiap klub
yang akan menggelar turnamen wajib mendapatkan rekomendasi dari PBPI Bali, yang
permohonannya diajukan melalui website.
Dengan mengajukan permohonan rekomendasi menggelar turnamen, ujar Erwan, nantinya PBPI Bali menyusun agenda turnamen agar tidak berbenturan dengan turnamen lain. “Jadi klub-klub juga akan mengetahui adanya turnamen karena klub padel otomatis bisa mengakses website,” imbuhnya.
Erwan Wiyono mengajak klub padel di Bali yang jumlahnya 46
klub untuk menyusun kalender event secara
tertata agar tidak berbenturan satu sama lain, dan PBPI Provinsi Bali
melalui website akan mengeluarkan rekomendasi. Dengan demikian, komunitas padel
di Bali akan mengetahui event dimaksud.
Erwan mengatakan sampai saat ini di Bali terdapat 200 lebih
lapangan padel tersebar di lima kabupaten dan kota, yakni Denpasar, Badung,
Tabanan, Buleleng, dan Klungkung dengan jumlah lapangan dan atlet terbanyak
terdapat di Kabupaten Badung.
Olahraga padel di Bali sudah berkembang sejak empat tahun lalu,
sedangkan di Jakarta baru dua tahun terakhir. Olahraga ini dulunya
diperkenalkan oleh wisatawan asing dan ekspatriat di Bali karena Bali banyak
dikunjungi turis dari mancanegara.
“Ada atlet padel putri nasional berasal dari Bali bekerja di
Jakarta, waktu Piala Asia di Qatar tahun 2025 lalu meraih medali perunggu untuk
Indonesia,” pungkas Erwan Wiyono. (lan)

