Perspectives News

Semeton Dewata Mulai Berikan Pujian terhadap Bali United

 

Selebrasi Diego Campos setelah melesatkan gol ke gawang PSM Makassar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (27/4/2026) lalu. Serdadu Tridatu menang atas Juku Eja dengan skor 2-0. (Foto: BUTD)

GIANYAR, PERSPECTIVESNEWS - Pelatih Bali United FC Johnny Jansen mendapat pujian tidak saja di internal tim, tetapi juga para pendukung tim kebanggan Pulau Dewata ini. Hal itu lantaran perkembangan positif yang terjadi pada tim.

Di awal menukangi Bali United, Johnny Jansen yang sebelumnya melatih di tim Belanda, situasinya tidak mudah. Sebab, Ricky Fajrin cs saat itu berada di papan tengah. Serdadu Tridatu di awal kompetisi seakan belum menemukan ritme permainan terbaik dari sang juru racik asal Belanda tersebut.

Hasil imbang dan kekalahan yang tidak wajar seakan menjadi bahan bagi para suporter dan netizen untuk mencaci maki dan bahkan meminta sang nahkoda untuk undur diri.

Pelan namun pasti, permainan Bali United mulai ada arah dan kepastian dalam mencetak gol. Kehadiran Teppei Yachida dan Diego Campos di putaran kedua seakan melengkapi puzzle yang hilang karena beberapa pemain asing di putaran pertama terkena badai cedera.

Hasil kemenangan besar 6-1 atas PSBS Biak (6/4/2026), 4-1 dengan Malut United (19/4), poin penuh dari laga tandang dengan Persita Tangerang (23/4/2026) hingga menang meyakinkan atas PSM Makassar (27/4/2026) dengan dua gol tanpa balas, menjadi bukti kepercayaan Bali United sedang mode panas.

Meski kalah dari Persib Bandung (12/4/2026) di laga tandang lalu, namun permainan spartan Bali United hingga menit akhir seakan menunjukkan tim ini tetap perkasa.

Situasi mewangi ini mendapat pujian dari para suporter baik dari sosial media hingga sosial nyata tentang bagaimana proses yang sedang dimasak oleh Johnny Jansen selaku juru masak yang baru musim ini bagi Bali United.

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen pun tak sungkan untuk memberikan respons terkait dirinya di klub jawara dua kali di kompetisi Indonesia ini.

"Saya senang dengan situasi itu karena saya ingin membentuk tim ini untuk terus berproses menjadi yang terbaik secara bertahap. Saya ingin mendorong pemain untuk berkembang, untuk itu saya mempelajari tipikal permainan sepak bola di Indonesia secara mendalam," ungkap Coach Johnny dikutip dari laman baliunitedfc, Minggu (3/5/2026).

Diperkenalkan sejak bulan Mei tahun lalu, Johnny Jansen terus mempelajari budaya, sistem dan situasi yang sering terjadi dalam kompetisi di sepak bola Indonesia.

Menempatkan diri sebagai pendatang baru, dirinya fokus pengembangan pemain usia muda, khususnya Bali United Academy. Ia membuat sistem yang terhubung antara tim pelatih dan pemain dari segala usia hingga bermuara pada tim utama.

Johnny menyadari proses yang dilakukan membutuhkan waktu bagi pecinta sepak bola yang mulai lapar dan haus akan kemenangan.

"Saya menyadari banyak suporter ingin timnya sukses, ingin timnya meraih kemenangan. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dari latihan hingga di pertandingan dan proses itu mulai tumbuh perlahan untuk menjadi yang terbaik," jelasnya.  (djo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama