Wali Kota Jaya Negara dampingi Gubernur Koster dalam upacara Tawur di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, pada Jumat (12/6). (Foto:humasDps)
BULELENG, PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Upacara Tawur di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Jumat (12/6).
Kehadiran Jaya Negara dalam kapasitasnya sebagai Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih, sekaligus Pengrajeg Karya tersebut, bertujuan untuk mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster. Upacara Tawur ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Tabuh Gentuh, Mapadudusan Agung, dan Manawa Ratna.
Upacara suci tersebut dipuput oleh beberapa sulinggih, di antaranya Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba, Ida Pedanda Gede Badjra Sikara Yoga, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, serta Ida Pedanda Gede Putra Shidanta Manuaba.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, para bupati dan wakil bupati se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti, serta Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.
Hadir pula Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Puncak Karya dan Rangkaian Upacara
Puncak Karya Padudusan Agung Manawa Ratna dijadwalkan berlangsung pada Redite Paing Dungulan, Minggu (14/6), yang bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha. Prosesi puncak ini akan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba selaku Wiku Yajamana, bersama Ida Pedanda Bhoda Griya Gede Tegal Jadi Tabanan, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, Ida Pedanda Rsi Agung Pinatih Kusuma Yoga, dan Ida Rsi Agung Sidemen Sumurdha.
Rangkaian puncak karya juga akan disemarakkan dengan prosesi peselang, pengubengan, dan pedanan. Prosesi tersebut diiringi oleh berbagai kesenian wali seperti Topeng Wali, Wayang Lemah, Tari Rejang, dan Tari Baris Gede yang dipersembahkan oleh para pengayah Jero Bendesa Adat se-Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jaya Negara menjelaskan bahwa pelaksanaan karya agung ini dilakukan setelah rampungnya pembangunan Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek, yang didukung oleh dana hibah dari Pemerintah Provinsi Bali. Ia menambahkan, lima tahun lalu telah dilaksanakan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, dan Melaspas Alit, sehingga tahun ini upacara dapat dilanjutkan ke tingkatan Karya Mapadudusan Agung Manawa Ratna.
Seluruh rangkaian pujawali ini berjalan dengan tuntunan Wiku Yajamana Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba dan Tapini Karya Ida Pedanda Istri Anom. Jaya Negara berharap karya agung ini mampu menghadirkan vibrasi kebaikan bagi umat, masyarakat, dan alam semesta. Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yadnya ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat ngayah di tengah masyarakat Bali.
“Pelaksanaan karya ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya bersama menjaga kesucian pura sebagai pusat spiritual umat. Semangat ngayah dan gotong royong yang ditunjukkan masyarakat patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Jaya Negara.
Apresiasi dan Jadwal Prosesi
Wali Kota Denpasar juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Bali, para kepala daerah se-Bali, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Menurutnya, nilai-nilai Tri Hita Karana yang diwujudkan dalam karya ini tetap relevan sebagai landasan menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Sebagai informasi, rangkaian yadnya ini telah dimulai sejak awal Mei 2026 melalui prosesi Matur Piuning, yang dilanjutkan dengan Nuasen Karya, Melaspas Pelinggih, hingga berbagai tahapan penyucian lainnya.
Setelah puncak karya selesai, rangkaian penganyaran akan berlangsung hingga 25 Juni 2026. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Upacara Nyineb pada 28 Juni dan Nyegara Gunung pada 29 Juni 2026, sebelum akhirnya seluruh rangkaian ditutup dengan Upacara Bulan Pitung Dina pada akhir Juli mendatang.
Pelaksanaan Upacara Tawur hari ini diakhiri dengan persembahyangan bersama, penandatanganan prasasti, serta penyerahan punia sebagai simbol dukungan dan kebersamaan dalam menyukseskan karya agung tersebut. (pur/humasDps)