Petugas mengevakuasi korban asal Banyuwangi yang dilaporkan meninggal dunia di area dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Senin pagi (1/6/2026). Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung mendadak sebelum sempat menyeberang. (FOTO: Pos AL Gilimanuk).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Niat Akuwan, 63, untuk
menyeberang ke Pulau Jawa harus kandas secara tragis. Pria paruh baya asal
Banyuwangi tersebut dilaporkan meninggal dunia di area dermaga LCM Pelabuhan
Gilimanuk, Senin pagi (1/6/2026).
Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya akibat
serangan jantung mendadak sebelum sempat menyeberang.
Peristiwa pilu ini terjadi sekitar pukul 08.28 WITA.
Menurut informasi yang dihimpun, korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh
harian lepas sekaligus pedagang ini tiba-tiba ambruk dan kondisinya melemah di
area dermaga.
”Korban hendak menyeberang ke Jawa,” ujar Komandan Pos
Angkatan Laut Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo saat dikonfirmasi Senin
siang.
Mendapat laporan kedaruratan tersebut, anggota jaga BKO TNI
AL langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan petugas kesehatan pelabuhan.
Petugas gabungan segera melakukan tindakan penyelamatan pertama di lokasi
dengan memeriksa tekanan darah serta denyut nadi korban yang sudah melemah.
Demi menyelamatkan nyawanya, korban langsung dievakuasi ke
Puskesmas Gilimanuk menggunakan ambulans dan tiba pada pukul 08.32 WITA. Namun
takdir berkata lain. Hanya berselang tiga menit setelah penanganan medis
intensif di puskesmas, jantung korban berhenti berdetak.
”Pada pukul 08.35 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia
dengan dugaan awal akibat serangan jantung,” tegas Lettu Laut (P) Yuli
Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa seluruh upaya penanganan darurat dari
petugas pelabuhan sudah dilakukan secara maksimal dan sesuai prosedur baku.
Saat ini, pihak terkait telah melakukan koordinasi lintas instansi di kawasan
pelabuhan untuk proses pengembalian jenazah ke kampung halaman korban di Dusun
Krajan, Desa Olesari, Banyuwangi. (dik)
