Perspectives News

Hasil Sampel Otak Anjing Gigit Tiga Warga Jembrana, Positif Rabies

 


Petugas Medikvet Kecamatan Negara melakukan pengambilan sampel otak anjing yang diduga terjangkit rabies, setelah menggigit tiga korban di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa (16/6/2026). (Foto: dik/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kasus gigitan anjing yang menyerang tiga warga di Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, resmi dinyatakan positif rabies.

Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji laboratorium sampel otak anjing oleh Balai Besar Veteriner Denpasar menunjukkan hasil positif pada Minggu (21/6/2026).

​Peristiwa mengerikan ini menimpa tiga orang warga, yang terdiri dari satu orang dewasa dan dua anak balita berusia 4 dan 5 tahun. Ketiganya diserang oleh seekor anjing jantan berwarna coklat berumur 3 tahun, yang diketahui sengaja ditelantarkan oleh pemiliknya.

​Merespons status darurat ini, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Distan Pangan) Jembrana bergerak cepat. Langkah lokalisasi virus akan segera dilakukan guna mencegah penyebaran yang lebih luas.

​"Hasil laboratorium sudah keluar dan hasilnya positif rabies. Langkah awal yang kami lakukan adalah menggelar vaksinasi darurat (emergency vaccination) di sekitar lokasi kasus," tegas Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Distan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfimasi.

​Sementara itu, penanganan medis terhadap para korban sudah berjalan. Salah satu korban dewasa, Sodikun (47), mengungkapkan bahwa seluruh korban gigitan telah dievakuasi dan menerima penanganan medis intensif.

​Seluruh korban telah menerima Vaksin Anti Rabies (VAR) pertama. ​Tahap II akan dijadwalkan pada Selasa, 23 Juni 2026. Korban wajib menjalani total tiga kali vaksinasi untuk memastikan antibodi terbentuk sempurna.

​"Kami berharap pemerintah bertindak total. Tidak hanya anjing peliharaan, tetapi seluruh anjing liar di wilayah ini juga harus disisir dan divaksin agar tragedi ini tidak terulang," tutur Sodikun.

Diberitakan sebelumnya, seekor anjing yang diduga kuat terjangkit virus mematikan tersebut menyerang tiga warga di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara.

Kejadian bermula pada Minggu (14/6/2026), anjing menyerang Husein (5) hingga mengalami luka robek dan berdarah pada paha kanannya. Berdasarkan keterangan warga, bocah malang tersebut bahkan baru saja menjalani prosesi khitanan.

Pada hari yang sama, anjing juga menyerang Nara (4), namun beruntung tidak sampai menimbulkan luka fisik.

 

Kemudian pada ​Senin (15/6/2026) malam, teror berlanjut saat warga menggelar acara syukuran malam Satu Suro di Gang Semar. Korban Sodikun (47), salah seorang warga dewasa, mendadak diserang dari belakang saat sedang mengobrol.

​Misteri perilaku agresif anjing tersebut terjawab pada Selasa (16/6/2026) pagi, saat warga menemukan hewan itu sudah terbujur kaku di pinggir jalan, tidak jauh dari lokasi penyerangan.

​Mengetahui anjing yang menggigitnya mati secara mendadak, yang menjadi salah satu ciri utama gejala rabies, Sodikun langsung bergegas ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.

​Setelah petugas mengambil sampel bagian otak, bangkai anjing tersebut langsung dikuburkan oleh Sodikun bersama warga sekitar demi mencegah potensi penularan virus mematikan tersebut. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama