SPKLU Center PLN Hayam Wuruk Denpasar menjadi salah satu pusat pengisian kendaraan listrik terlengkap di Bali. (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) Unit
Induk Distribusi (UID) Bali terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di
Pulau Dewata melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas
dan mudah diakses masyarakat.
Hingga Juni 2026, PLN bersama mitra telah menghadirkan 196
unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai
wilayah Bali untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat
transisi energi bersih.
Capaian tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam
mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Bali yang terus meningkat. Saat ini,
PLN telah mengoperasikan 143 unit SPKLU di 94 lokasi yang tersebar pada seluruh
kabupaten dan kota di Bali.
Selain itu, terdapat 53 unit SPKLU milik mitra yang turut
memperkuat ketersediaan infrastruktur kendaraan listrik di Pulau Dewata.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho,
mengatakan kesiapan infrastruktur tersebut menunjukkan komitmen PLN dalam
mendukung program transisi energi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang
mulai beralih ke kendaraan listrik.
“PLN siap mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik
di Bali. Dari sisi pasokan listrik maupun infrastruktur pengisian daya, kami
terus melakukan penguatan agar masyarakat semakin nyaman menggunakan kendaraan
listrik dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Eric di Denpasar, Kamis (25/6/2026).
Menurut Eric, sistem kelistrikan Bali saat ini masih
memiliki cadangan daya yang memadai sehingga mampu mendukung pertumbuhan
ekosistem kendaraan listrik ke depan.
Kondisi tersebut menjadikan Bali siap mengakomodasi
peningkatan penggunaan kendaraan listrik seiring berkembangnya kebutuhan
transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Dengan infrastruktur yang telah tersedia saat ini, pengguna
kendaraan listrik tidak perlu khawatir saat bepergian di Bali. Rata-rata setiap
sekitar 30 kilometer masyarakat dapat menemukan SPKLU untuk mengisi daya
kendaraan mereka,” tambah Eric.
Komitmen penguatan ekosistem kendaraan listrik tersebut juga
menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Bisnis
Forum Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang
diselenggarakan PLN UID Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan Kementerian ESDM,
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian ATR/BPN, pemerintah
daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan guna membahas
percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Bali.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Energi dan Sumber Daya Mineral
Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan
listrik merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Bali sebagai destinasi
pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali telah memiliki berbagai
kebijakan yang mendukung pemanfaatan kendaraan listrik dan energi bersih.
Saat ini, jumlah kendaraan listrik roda empat di Bali telah
melampaui 4.000 unit, sementara kendaraan listrik roda dua mendekati 12.000
unit. Pertumbuhan tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur
pengisian daya agar masyarakat semakin yakin beralih menggunakan kendaraan
listrik.
“Pengembangan infrastruktur pengisian daya menjadi salah
satu kunci dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan
listrik. Karena itu, sinergi antara pemerintah, PLN, dan pelaku usaha perlu
terus diperkuat agar pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Bali dapat
berjalan optimal,” ujar Ida Bagus Setiawan. (lan/ojk)
