Perspectives News

Perkuat Sinergi Dukung Ekonomi Kerthi Bali, Bank BPD Bali Gelar Gathering Bersama BKS LPD Provinsi Bali

 

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H. (tengah) bersama BKS LPD dan LPLPD Provinsi Bali seusai gathering pada Rabu (24/6/2026) (Foto: Humas BPD Bali)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Sebagai institusi keuangan yang berakar pada masyarakat dan budaya lokal, Bank BPD Bali menyelenggarakan kegiatan gathering bersama BKS LPD dan LPLPD Provinsi Bali yang berlangsung pada Rabu (24/6/2026), bertempat di Kantor Pusat Bank BPD Bali, Denpasar.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini menjadi wadah strategis untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antara dua pilar utama penggerak ekonomi di Bali. Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini difokuskan pada penyelarasan langkah bersama guna mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam implementasi konsep Ekonomi Kerthi Bali.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pengurus BKS LPD dan LPLPD Provinsi Bali, sekaligus menekankan pentingnya kolaborasi yang adaptif terhadap digitalisasi dan tantangan ekonomi global.

"Sejalan dengan semangat perayaan HUT ke-64 Bank BPD Bali yang mengusung tagline 'Harmoni Bertumbuh Menjaga Stabilitas', kolaborasi yang lebih intens dengan LPD akan terus kami perkuat ke depannya. Kami mendorong perluasan ekosistem keuangan desa adat dan daerah, salah satunya melalui akselerasi akuisisi merchant QRIS di wilayah-wilayah wisata yang dikelola desa. Terlebih, transaksi QRIS Cross-Border kini semakin esensial, setelah sukses terhubung dengan Tiongkok, perluasan layanan ini akan terus dikembangkan hingga ke India pada tahun ini," ujar Nyoman Sudharma.

Sudharma juga menyinggung komitmen Bank BPD Bali dalam menyiapkan infrastruktur yang mumpuni untuk mendukung sinergi antarlembaga. "Melalui pembangunan Kantor Pusat baru yang ditargetkan rampung pada Desember tahun ini, kami menyiapkan fasilitas ruang yang representatif untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan kolaborasi bersama LPD di masa mendatang. Kita telah membuktikan kemampuan melewati masa sulit secara bahu-membahu. Dengan sinergi yang makin kokoh ini, kami yakin Bank BPD Bali dan LPD dapat terus menjaga stabilitas dan perputaran ekonomi kesejahteraan masyarakat Bali," tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Umum BKS LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., menyambut positif inisiatif Bank BPD Bali yang secara konsisten merangkul dan mendampingi pergerakan LPD di seluruh kabupaten/kota se-Bali.

"Bagi LPD, Bank BPD Bali merupakan mitra strategis dan pengayom. Dukungan berkelanjutan dari Bank BPD Bali, baik dari sisi fasilitas layanan, literasi keuangan, maupun pendampingan tata kelola, sangat membantu operasional LPD dalam melayani kebutuhan krama/masyarakat desa. Kami di BKS LPD senantiasa siap berjalan beriringan dengan Bank BPD Bali untuk mendukung kemajuan ekonomi daerah," ungkap Nyoman Cendikiawan.

Turut memberikan sambutan dalam acara tersebut, Kepala LPLPD Provinsi Bali, I Gusti Made Rijasa, S.E., yang menekankan pentingnya sinergi ini dalam menjaga kesehatan kelembagaan dan tata kelola LPD di tengah dinamika ekonomi saat ini.

"Sebagai lembaga yang fokus pada pembinaan dan pemberdayaan, LPLPD melihat kolaborasi erat dengan Bank BPD Bali sebagai langkah krusial untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan tata kelola di lingkungan LPD. Tantangan ke depan menuntut LPD untuk tidak hanya kuat secara adat, tetapi juga profesional dalam manajemen dan adaptif terhadap digitalisasi. Kami sangat mengapresiasi komitmen Bank BPD Bali yang senantiasa hadir mendukung kelembagaan LPD, sehingga bersama-sama kita dapat menjaga kesehatan LPD," papar I Gusti Made Rijasa.

Melalui sinergi yang terus diperbarui ini, Bank BPD Bali, BKS LPD, dan LPLPD Provinsi Bali berharap dapat selalu memberikan kontribusi yang baik dalam memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, menjaga perputaran ekonomi di desa adat, serta mempercepat terwujudnya ekosistem keuangan daerah yang inklusif dan tangguh. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama