Kondisi di Pantai Pandawa yang terus digerus abrasi. Hal ini sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani agar abrasi tidak menjadi ancaman serius. (Foto: Ist)
BADUNG, PERSPECTIVESNEWS- Intensitas abrasi di Pantai
Pandawa meningkat tajam. Jika garis pantai kawasan wisata Pantai Pandawa di
Desa Kutuh, Unggasan, Kabupaten Badung ini dibiarkan maka pasir putih yang
menjadi ikon utama pantai kini hilang dan berganti karang.
“Kondisi ini jelas membuat prihatin karena abrasi menjadi
ancaman serius terhadap keberlanjutan destinasi dan tahun ini intensitasnya
meningkat tajam,” ungkap Manager Pantai Pandawa, I Wayan Letra, Kamis
(18/6/2026).
Dikatakan, kondisi yang lebih memprihatinkan saat ini adalah
pasir tidak ada lagi. Dahulu pasir Pantai Pandawa sangat bagus. Kini akibat
abrasi, pasir tergantikan oleh karang-karang.
“Peristiwa ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun, dan
puncaknya terjadi pada tahun ini, diduga akibat pergeseran arus laut,” ujar
Letra, di Kantor BUMda Kutuh.
Ia mendesak pemerintah dan pihak terkait segera mengambil
langkah konkret berupa pembangunan struktur penahan pasir atau groyne. Tanpa
penanganan, wajah Pantai Pandawa akan terus memburuk.
“Mestinya pihak-pihak terkait harus benar-benar merespons
masalah ini. Kami berharap ada upaya yang bisa menahan pasir agar kondisi yang
ada tidak semakin jelek. Namun hingga kini belum ada perhatian serius. Mungkin
terkendala biaya,” jelasnya.
Di tengah persoalan abrasi, data kunjungan Pantai Pandawa
selama libur sekolah bertepatan Hari Raya Galungan dan Tahun Baru 1448 H
menunjukkan tren berbeda.
Manager Pantai Pandawa, I Wayan Letra. (Foto: Ist)
Wayan Letra, mencatat kunjungan wisatawan mancanegara naik
60%, sebaliknya, wisatawan domestik anjlok hingga 75% akibat kebijakan
pembatasan perjalanan dan peniadaan study tour di sejumlah daerah.
"Secara kuantitas, rata-rata kunjungan harian saat ini
3.000 orang, turun dari 4.000 orang per hari pada tahun sebelumnya. Untuk
wisman, angka kunjungan tahun 2025 masih di bawah 1.000 orang per hari, kini
telah melampaui angka tersebut per hari," jelasnya.
Wayan Letra menambahkan, abrasi memperparah kendala penataan
kawasan yang belum sesuai masterplan. Kondisi pantai yang kumuh dan
minim pembaruan, menyulitkan agen perjalanan mempromosikan Pandawa.
“Kendala utama kami adalah penataan kawasan wisata Pantai
Pandawa yang belum dapat diwujudkan sesuai masterplan. Wisatawan yang
pernah berkunjung cenderung memilih destinasi lain karena tidak ada hal baru.
Seharusnya setiap tahun ada pembaruan di setiap objek wisata,” ungkapnya.
Desa adat telah berinisiatif memperbaiki wantilan sebagai ruang rest area. Sementara pengajuan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Badung untuk penataan kios ke arah timur dan pembangunan infrastruktur penahan abrasi masih dalam proses.
“Rencana penataan kios sebelah timur pura akan dilakukan
tahun ini. Semoga dapat terealisasi agar Pandawa kembali menarik,” pungkas
Wayan Letra.
Sebagai langkah jangka pendek, pengelola telah melakukan
perbaikan stand dagangan UMKM dan meluncurkan promo tiket masuk gratis
menyaksikan Tari Kecak untuk mendongkrak kunjungan.
Penurunan kunjungan domestik juga dsampaikan oleh Diretur
Utama BUMDa Kutuh, Ni Luh Hepi Wardani.
Dikonfirmasi, Ia mencatat kunjungan wisatawan mancanegara
naik 60%, didominasi wisatawan China dan Asia namun kunjungan domestik
mengalami penurunan yang cukup signifikan.
“Kenaikan wisman hingga 60% didominasi wisatawan China dan
Asia. Ini membuktikan daya tarik Pandawa tetap kuat di pasar internasional,
terutama saat momen libur panjang,” ujar Ni Luh Hepi Wiradani.
Untuk itu, Ia berharap pemerintah kabupaten Badung dapat
membantu pembenahan infrastruktur serta penanganan abrasi secepatnya. (*)

