Nikhy Dura meraih sabuk juara kelas Super Bantam WBC usai mengalahkan petinju Thailand Somsak Noolae di Bali Atlas Super Club Berawa, Badung, Bali, Sabtu (20/6/2026) malam (Foto: IG-GLP)
BADUNG,
PERSPECTIVESNEWS – Nikhy Dura dari Sasana Boxing Camp Pro Bali keluar sebagai
juara kelas Super Bantam versi World Boxing Council (WBC) setelah mengalahkan
petinju Thailand, Somsak Nooelae di Bali Atlas Super Club, Berawa, Canggu,
Badung, Bali, Sabtu (20/6/2026) malam.
Kemenangan Nikhy mengulang sukses gelaran perdana perebutan
sabuk WBC Asia Silver untuk pertama kalinya di Tanah Air yang bertajuk
"First Blood", akhir Maret 2026 lalu.
Gelaran tinju pro yang dipromotori Garuda Legacy Promotion
(GLP) bertajuk “Ring of The World", ini juga menampilkan 16 petinju lainnya
dari berbagai negara dalam rangkaian laga bergengsi.
Nikhy Dura berhasil mengharumkan nama Indonesia di level
Asia setelah mengalahkan petinju Thailand dengan angka mutlak. Sementara pada
co-main event yang mempertemukan dua petinju internasional, Avzalbek Kuranbaev
asal Khudzhand, Tajikistan mampu mengalahkan Manish Kaushik asal India.
Enam partai pertandingan lainnya masing-masing, petinju asal
Ukraina Danylo Honcharuk dinyatakan menang atas lawannya petarung Akshay Chahal
asal India. Derry Juliawan mengalahkan Alfrits, Cakti Dwi Putra mengalahkan
Reynold, Jovan mengalahkan Muhammad, Ferdinandus Mue mengalahkan Itenus, dan
dalam parta Muaythai, Piran Foss mengalahkan Alexandre.
Sebelumnya, Direktur GLP Vadim Petrov mengatakan,
penyelenggaraan event ini menjadi bukti nyata komitmen GLP dalam membangun
ekosistem olahraga tarung profesional, khususnya tinju di Bali dan Indonesia.
"GLP percaya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan
petinju kelas dunia di masa depan," ujar Vadim Petrov.
Didampingi WBC Boxing Advisor Joshua Hamilton dan Event
Director Gede Bagus, Vadim Petrov berharap melalui event ini dapat memberikan
dampak positif terhadap perkembangan sport tourism di Bali dan mendukung
program pemerintah dalam pengembangan industri olahraga dan pariwisata.
Gede Bagus menambahkan, pihaknya akan terus menjalankan
program pencarian bakat di berbagai daerah di Indonesia untuk menemukan petinju
potensial yang mampu bersaing dan berprestasi di level internasional.
"Pengembangan atlet muda menjadi bagian dari visi jangka panjang GLP dalam
meningkatkan kualitas serta daya saing tinju profesional Indonesia," kata
Gede Bagus. (lan)
