Suasana pelaksanaan edukasi yang dilakukan oleh tim PLN saat on air di radio RPKD, Rabu (24/6/2026). (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PLN mengintensifkan
edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat selama musim
layang-layang guna menjaga keandalan pasokan listrik di Bali. Upaya ini
dilakukan menyusul meningkatnya gangguan jaringan listrik akibat layang-layang
yang tersangkut pada jaringan distribusi maupun transmisi.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PLN mencatat 33 kejadian
gangguan jaringan listrik yang disebabkan oleh layang-layang di Bali. Dari
jumlah tersebut, sebanyak 30 kejadian terjadi pada periode Mei hingga Juni,
seiring meningkatnya aktivitas masyarakat bermain layang-layang selama musim
angin dan masa libur sekolah.
Sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, PLN
bersama unsur distribusi dan transmisi di Bali menggelar talkshow bertajuk
"Bijak Bermain Layang-Layang untuk Keselamatan Ketenagalistrikan" di
Radio RPKD FM, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat
mengenai pentingnya bermain layang-layang di lokasi yang aman dan jauh dari
jaringan listrik.
Dalam talkshow tersebut, Team Leader K3L PLN UP2D Bali, Ari
Hidayanto, menjelaskan bahwa musim layang-layang yang berlangsung pada periode
April hingga September berpotensi meningkatkan risiko gangguan kelistrikan
apabila aktivitas tersebut dilakukan di dekat jaringan listrik. Layang-layang
yang tersangkut pada jaringan distribusi maupun transmisi dapat menyebabkan
terputusnya pasokan listrik dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Edukasi juga disampaikan oleh Team Leader K3L dan Keamanan
PLN ULP Sanur Made Aris Prasetya, Team Leader K3 dan Keamanan PLN UPT Bali AA
Sutrisna Dwi Putra, serta Gusti Ngurah Puja Mantrawan.
Dalam kesempatan tersebut, PLN mengingatkan masyarakat untuk
menerbangkan layang-layang jauh dari jaringan listrik, tidak menggunakan benang
atau material yang bersifat konduktif, tidak menginapkan layang-layang, serta
segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan layang-layang yang tersangkut
pada jaringan listrik.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra,
mengatakan bahwa keandalan pasokan listrik memerlukan dukungan seluruh lapisan
masyarakat.
"Gangguan akibat layang-layang masih menjadi salah satu
penyebab terputusnya pasokan listrik di Bali. Dari 33 kejadian yang kami catat
sepanjang semester pertama tahun ini, sebagian besar terjadi dalam dua bulan
terakhir. Karena itu kami mengajak masyarakat memilih lokasi bermain yang aman
dan tidak berada di sekitar jaringan listrik agar tradisi bermain layang-layang
tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan pasokan
listrik," ujar Petrus.
Penyiar Radio RPKD FM, Bambang Hariyadi, mengapresiasi upaya
PLN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media radio.
"Melalui talkshow ini masyarakat memperoleh pemahaman
yang lebih baik mengenai risiko bermain layang-layang di dekat jaringan
listrik. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam
menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik," ujar Bambang.
Selain melakukan sosialisasi, PLN juga secara rutin
melaksanakan patroli dan inspeksi jaringan listrik, khususnya pada wilayah yang
berpotensi mengalami gangguan akibat layang-layang. Langkah tersebut merupakan
bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal,
aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
PLN mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil sendiri
layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik karena berisiko menimbulkan
kecelakaan. Masyarakat dapat segera melaporkan kejadian tersebut melalui
aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, kantor PLN terdekat, maupun kanal
media sosial resmi PLN agar dapat ditangani petugas secara aman dan cepat.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan tradisi
bermain layang-layang yang menjadi bagian dari budaya Bali dapat terus
berlangsung secara aman tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan pasokan
listrik. (lan)
