Personel siaga PLN UP3 Bali Selatan melakukan pemantauan langsung jalannya pertunjukan guna memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. (Foto:PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Pesta Kesenian Bali (PKB)
XLVIII Tahun 2026 kembali menjadi ruang pertemuan masyarakat dengan kekayaan
seni dan budaya Bali. Di tengah padatnya agenda pertunjukan yang berlangsung
setiap hari, masyarakat dapat menikmati berbagai pementasan dengan nyaman
berkat dukungan sistem kelistrikan yang andal.
Sebagai ajang seni budaya terbesar di Bali, PKB tidak hanya
menjadi panggung bagi para seniman untuk menampilkan karya terbaiknya, tetapi
juga menjadi destinasi masyarakat dan wisatawan untuk menikmati ragam ekspresi
budaya Bali.
Setiap pertunjukan membutuhkan dukungan infrastruktur yang
memadai agar pengalaman pengunjung tetap optimal, termasuk dari sisi
kelistrikan.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung
lancar, PLN UP3 Bali Selatan menyiagakan sistem pengamanan kelistrikan berlapis
di kawasan Ardha Candra Art Centre, Denpasar.
Pasokan listrik utama disuplai dari jaringan PLN yang
terhubung dengan Gardu Induk Sanur, didukung jalur cadangan sebagai antisipasi
apabila terjadi gangguan pada sistem utama.
Selain itu, PLN juga menyiapkan perangkat Uninterruptible
Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA dan 100 kVA guna menjaga kontinuitas
pasokan listrik untuk kebutuhan tata suara, layar LED, pencahayaan panggung,
serta fasilitas pendukung lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan
pengalaman terbaik bagi masyarakat yang hadir menyaksikan berbagai pementasan
seni selama PKB berlangsung.
Dengan sistem pengamanan berlapis, pertunjukan dapat
berjalan sesuai jadwal tanpa terganggu oleh potensi gangguan kelistrikan yang
dapat memengaruhi kenyamanan penonton maupun penampil.
Manajer PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa,
mengatakan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi faktor penting dalam
mendukung ruang-ruang budaya yang dinikmati masyarakat.
“PKB merupakan salah satu ikon budaya Bali yang setiap tahun
menjadi perhatian masyarakat dan wisatawan. Karena itu, kami memastikan sistem
kelistrikan yang menyuplai lokasi kegiatan berada dalam kondisi andal melalui
skema pengamanan berlapis dan personel siaga di lapangan. Harapannya,
masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian pertunjukan dengan nyaman dan
tanpa gangguan,” ujar Alexander, Selasa (23/6/2026).
Salah seorang pengunjung asal Denpasar, Surya, menilai
kenyamanan selama pertunjukan menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat
betah menikmati rangkaian PKB.
"Kami datang untuk menikmati pertunjukan seni dan
budaya Bali. Saat seluruh fasilitas pendukung berfungsi dengan baik, masyarakat
bisa lebih fokus menikmati penampilan para seniman dan suasana acara terasa
lebih nyaman," katanya.
Selama pelaksanaan PKB, personel PLN juga disiagakan untuk
melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi sistem kelistrikan serta
memastikan seluruh perangkat pendukung beroperasi optimal. Kehadiran petugas
siaga di lokasi menjadi bagian dari langkah preventif untuk menjaga kontinuitas
pasokan listrik selama kegiatan berlangsung.
Melalui dukungan kelistrikan yang andal, masyarakat dapat
menikmati setiap pertunjukan seni, musik, tari, dan budaya yang tersaji di PKB
XLVIII 2026 dengan lebih nyaman. Keandalan pasokan listrik tidak hanya menjaga
kelancaran acara, tetapi juga turut mendukung pelestarian budaya Bali melalui
penyelenggaraan ruang apresiasi seni yang berkualitas dan berkelanjutan.
(lan/pln)
