Kondisi salah satu kendaraan setelah kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil mewah Toyota Vellfire dan Mitsubishi L300 pikap terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan Terminal Cargo Gilimanuk, Jembrana, Rabu (24/6/2026). (Foto: Polsek Gilimanuk).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Diduga nekat memotong
jalan untuk berbalik arah, mobil mewah Toyota Vellfire dihantam pikap
Mitsubishi L300 di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di depan Terminal
Cargo Gilimanuk, Jembrana, pada Rabu (24/6/2026) sore sekitar pukul 16.10 WITA.
Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil
ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh
Emanuel, saat dikonfirmasi, Kamis (25/6/2026) membenarkan kecelakaan tersebut.
Kecelakaan bermula saat pikap bernomor polisi N 8966 NJ,
dikemudikan Muhamad Mausun (23) bergerak dari arah Pelabuhan Gilimanuk menuju
Denpasar. Di saat bersamaan, Toyota Vellfire bernomor polisi B 2307 EVC yang
dikemudikan Richard Hamonangan (36), asal Depok, bergerak dari arah berlawanan.
"Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP),
pengemudi Vellfire tiba-tiba memotong jalan untuk berbalik arah kembali ke arah
Denpasar. Karena jarak yang terlalu dekat, pengemudi pikap tidak sempat
menghindar dan langsung menabrak bagian tengah bodi kiri mobil Vellfire
tersebut," ujar AKP Kukuh Emanuel.
Akibat benturan keras tersebut, bagian depan pikap
mengalami kerusakan parah hingga kaca depan pecah dan as panjang patah. Sang
sopir pikap, Muhamad Mausun, harus dilarikan ke fasilitas medis akibat luka
robek di lutut kanan yang memerlukan total 14 jahitan. Sementara itu, kernet
pikap beserta pengemudi Vellfire dan empat orang penumpangnya dinyatakan dalam
kondisi sehat tanpa luka.
Pihak kepolisian dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk
telah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.
"Total kerugian material dari kedua belah pihak
diperkirakan mencapai Rp20 juta. Kasus ini akhirnya diselesaikan secara
kekeluargaan oleh kedua belah pihak," tutup AKP Kukuh. (dik)
