Petugas melakukan inspeksi dan pengujian peralatan distribusi listrik pada gardu bergerak untuk memastikan pelayanan yang aman dan optimal pada kegiatan Forum Bank Dunia, Nusa Dua, Bali, 3-4 Juni 2026. (Foto: PLN)
NUSA DUA, PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) Unit
Induk Distribusi (UID) Bali memastikan keandalan pasokan listrik selama
penyelenggaraan Energy Knowledge and Learning Forum East Asia and Pacific 2026
yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Nusa Dua, Bali.
Forum yang diselenggarakan oleh World Bank Group tersebut
menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik
antarnegara dalam mempercepat pembangunan sektor energi yang tangguh,
terjangkau, dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu forum internasional yang mempertemukan
para pemangku kepentingan sektor energi dari berbagai negara, kelancaran
pasokan listrik menjadi faktor penting dalam mendukung seluruh rangkaian
kegiatan, mulai dari sesi diskusi, pertukaran pengalaman, hingga penyusunan
berbagai rekomendasi dan kolaborasi untuk masa depan energi kawasan Asia Timur
dan Pasifik.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho,
mengatakan PLN telah menyiapkan sistem kelistrikan dan personel siaga untuk
memastikan keandalan pasokan listrik selama penyelenggaraan ‘Energy Knowledge
and Learning Forum East Asia and Pacific 2026’ tersebut.
“PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal
selama pelaksanaan ‘Energy Knowledge and Learning Forum East Asia and Pacific
2026’. Kami telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari
pemeriksaan menyeluruh pada sistem kelistrikan, pengamanan berlapis di lokasi
kegiatan, hingga penyediaan sumber daya cadangan untuk memastikan seluruh
agenda berjalan lancar,” ujar Eric.
Untuk mendukung keandalan pasokan listrik di lokasi acara,
PLN menyiagakan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 250 kVA sebagai
cadangan daya yang berfungsi menjaga kontinuitas suplai listrik apabila terjadi
gangguan pada sumber utama.
Selain itu, personel siaga juga ditempatkan di lokasi
kegiatan untuk melakukan pemantauan sistem kelistrikan secara real time dan
memastikan respons cepat apabila diperlukan.
Sebelum pelaksanaan forum, PLN telah melakukan serangkaian
inspeksi dan pengujian terhadap peralatan pendukung, termasuk UPS, jaringan
distribusi, serta instalasi kelistrikan di area penyelenggaraan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh
infrastruktur kelistrikan berada dalam kondisi optimal dan siap mendukung
kelancaran kegiatan internasional tersebut.
Eric menambahkan bahwa dukungan PLN terhadap penyelenggaraan
forum ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan
kelistrikan yang andal bagi seluruh pelanggan, sekaligus mendukung Bali sebagai
tuan rumah berbagai agenda internasional.
“Keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi
terselenggaranya berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan berskala
internasional yang mempertemukan para pemangku kepentingan sektor energi. PLN
siap mengawal pasokan listrik agar seluruh rangkaian forum dapat berlangsung
dengan aman, nyaman, dan produktif,” tambah Eric.
Melalui kesiapan sistem kelistrikan, dukungan peralatan
cadangan, serta personel yang siaga penuh, PLN berharap ‘Energy Knowledge and
Learning Forum East Asia and Pacific 2026’ dapat berlangsung lancar dan
menghasilkan berbagai gagasan serta kolaborasi yang mendukung percepatan
pembangunan sektor energi berkelanjutan di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
(lan/pln)