Perspectives News

Rakerprov IMI Bali: Dari Venue Porprov hingga Rogoh Kocek Rp1 M


Ketua Pengprov IMI Bali, Gusti Ngurah Anom (Foto: nom)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali masih belum benar-benar “safe” terkait gelaran Porprov Bali XVII di Buleleng pada September 2027, khususnya venue untuk cabor balap motor. Masalahnya, sirkuit atau lintasan balap motor yang sudah diprogramkan tahun 2025, hingga saat ini belum ada tanda-tanda segera dibangun.

Ketua Pengprov IMI Bali, Gusti Ngurah Anom, mengatakan sirkuit di Buleleng sangat diperlukan karena selain untuk Porprov Bali 2027, juga untuk prasarana berlatih pembalap Bali sebelum menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) dan PON.

“Dulu saya usulkan pembangunan venue balap motor di Desa Lumbanan, Kecamatan Sukasada, Buleleng di atas lahan milik Pemprov Bali seluas 6 hektare kepada Pemkab Buleleng. Bahkan, saya pribadi siapkan dana Rp1 miliar untuk itu, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan dibangun,” ujar pria yang akrab disapa Ajik Krisna ini, Rabu malam (24/6/2026).

Ditemui di sela-sela Rakerprov IMI Bali di Nexx Cafe Denpasar, Ajik Krisna menambahkan, IMI Bali juga perlu menyiapkan atlet mengikuti BK PON. Bagaimana bisa berprestasi di PON kalau prasarana (tempat berlatih) balap motor tidak punya. Karenanya, ia segera menemui Bupati Buleleng membicarakan masalah tersebut.

Persiapan ke BK PON, bilang Ajik Krisna, mesti dilakukan sebaik mungkin sehingga apa yang ditargetkan membawa pulang sekeping medali emas dari BK PON  bisa terealisasi. Bahkan, jika semua persiapan matang, prestasi IMI Bali tidak saja di BK PON, tetapi juga di PON XXII/2028 NTB-NTT.

“KONI Bali minta kami berkontribusi medali saat PON XXII/2028 NTB-NTT. Persoalannya, bagaimana bisa berkontribusi medali kalau tempat latihan terutama road race tidak punya,” tanya Ajik Krisna.

Oleh sebab itu, Ajik Krisna berharap Pemkab Buleleng segera merealisasikan pembangunan sport center yang di dalamnya terdapat venue balap motor. “IMI Bali siap berkontribusi medali pada PON mendatang, syukur-syukur bisa mempersembahkan medali emas,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumut, IMI Bali gagal meraih medali. Dari nomor motocross di Sirkuit GTX Sena Kualanamu, Medan, krosser Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana gagal finis setelah terjadi kendala teknis (mesin motor mati) pada putaran awal.

Untuk PON XXII/2028 nanti, Diva diharapkan mempersembahkan medali karena yang bersangkutan kini merupakan krosser nasional yang sering mewakili Indonesia ke event internasional.

Sejumlah prestasi ditorehkan Diva, antara lain juara Nasional Motocross, juara Asia Supermoto, dan mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berkompetisi di ajang Asia Supercross.

Selain nomor motocross, IMI Bali di PON mendatang juga berharap meraih medali dari nomor road race, yang memperebutkan empat medali emas masing-masing dari nomor standar perorangan, standar beregu, modifikasi pereorangan, dan modifikasi beregu.

“Untuk nomor road race ini kami kesulitan mencari tempat latihan. Pada PON sebelumnya, untuk berlatih kami terpaksa ke Sirkuit Sentul, Bogor, kalau misalnya hingga menjelang PON XXII 2028 sirkuit di Lumbanan, Sukasada, Buleleng belum juga dibangun, ya terpaksa kami berlatih di Sirkuit Mandalika,” ujar Ajik Krisna. (djo) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama