Perspectives News

Sinergi Memuliakan Bumi, Wali Kota Jaya Negara Bersama Menteri LH dan Gubernur Bali Tanam 3.000 Mangrove

Wali Kota Jaya Negara, bersama Menteri Jumhur Hidayat, dan Gubernur Koster, mengikuti aksi penanaman 3.000 pohon mangrove di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, pada Rabu (10/6) pagi. (Foto: HumasDps) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Moh. Jumhur Hidayat, dan Gubernur Bali Wayan Koster, mengikuti aksi penanaman 3.000 pohon mangrove di kawasan Mangrove Arboretum Park, Pedungan, pada Rabu (10/6) pagi.

​Kegiatan ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri LH Jumhur Hidayat di Bali. Aksi yang diawali dengan apel bersama ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari unsur TNI/Polri, OPD Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, komunitas peduli lingkungan, hingga siswa-siswi SMP dan SMK.

​Di sela-sela penanaman bibit, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata kolaborasi lintas sektor untuk menjaga lingkungan dan memuliakan bumi.

​“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem mangrove sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ungkapnya. 

​Apresiasi senada juga disampaikan oleh Menteri LH RI, Moh. Jumhur Hidayat. Ia memuji langkah intensif dan berkelanjutan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah di Bali dalam merehabilitasi kawasan mangrove.

​"Keseriusan untuk berkolaborasi memuliakan bumi harus dilakukan oleh berbagai sektor. Tentu usaha yang dilakukan jajaran pemerintah daerah di Pulau Bali ini perlu diapresiasi," kata Menteri Jumhur Hidayat.

​Lebih lanjut, Jumhur menekankan bahwa kelestarian alam merupakan modal kuat untuk mendongkrak sektor pariwisata Bali. Menurutnya, keseriusan merawat ekosistem mangrove akan menjadi daya tarik tersendical bagi wisatawan global.

​"Saat ini masyarakat dunia juga sangat menghargai daerah yang mampu merawat dan memelihara lingkungan secara serius. Jadi harapannya wisata di Bali akan semakin berkembang lagi, melalui lingkungan dan ekosistem yang terawat dengan baik," tegas Jumhur.

​Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster, mengungkapkan tantangan di kawasan Mangrove Arboretum Park. Lahan dengan total luas 18 hektar tersebut sebelumnya sempat mati akibat polusi, sehingga ekosistemnya tidak dapat berkembang. Oleh karena itu, gerakan penanaman secara bertahap sangat krusial untuk mengembalikan fungsi lingkungan di kawasan tersebut.

​"Sejak tahun 2020 secara bertahap telah dilakukan penanaman pohon di kawasan ini seluas 16 hektar. Sisa 2 hektar akan dilakukan penanaman secara bertahap," kata Koster.

​Ia menambahkan, aksi penghijauan pesisir ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah untuk menjaga Bali sebagai destinasi yang ramah lingkungan.

​"Ini adalah aksi nyata untuk menjadikan ekosistem Bali yang sehat dan berkualitas," pungkasnya. (Put/HumasDps) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama