Perspectives News

Tomy Winata Ingatkan Pengusaha Tetap Fokus dan Tidak Mudah Terprovokasi

 



 Founder dan Pembina Yayasan Artha Graha Peduli, Tomy Winata. (Foto: Ist)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS- Founder dan Pembina Yayasan Artha Graha PeduliTomy Winata mengingatkan pengusaha agar tidak mudah terprovokasi dan tetap fokus pada pengembangan potensi yang ada.

Selain itu, pelaku usaha juga diminta untuk menjaga optimisme dan integritas di tengah iklim investasi Indonesia yang semakin menarik.

“Posisi strategis Indonesia saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor global,” ujarnya saat menghadiri perayaan HUT Discovery Kartika Plaza Hotel ke-36 dan Discovery Mall Bali ke-22 yang mengusung tema “Kuta Kita” di Kuta, Rabu (17/6/2026). 

Tomy berpendapat, kondisi Indonesia saat ini sangat bagus dan prestisius bagi investor.

“Di mana ada potensi, di situ kita masuk. Tapi, jalankan bisnis dengan integritas. Jangan lupa juga untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk program CSR sebagai bentuk kepedulian sosial,” tambahnya.

Tomy mengatakan, posisi geografis kita strategis dan sangat dibutuhkan oleh dunia. “Sebagai orang Indonesia, kita harus yakin, apalagi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan jajarannya,” jelas Tomy.

Sebagai sosok yang berpengalaman di dunia bisnis, Tomy memberikan tips praktis bagi para pengusaha, terutama di sektor UMKM dan perdagangan.

Ia mengingatkan agar pebisnis tidak terjebak dalam ekspansi berlebihan atau over-invest.

“Yang penting bagi pedagang, sesuaikan kapasitas bisnis dengan kekuatan modal yang masuk akal. Ikuti aturan pemerintah dan jangan melakukan praktik-praktik yang melanggar hukum,” tegasnya.

Tomy juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika persaingan.

Khusus untuk Bali, Tomy menilai wilayah ini bukan hanya primadona pariwisata, tetapi juga memiliki keunggulan akses transportasi yang mumpuni. 

Perpaduan antara nilai sosial budaya, sejarah, dan keramahan masyarakat menjadi kunci keberhasilan investasi di Pulau Dewata.

Tomy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi layaknya lima jari pada satu tangan yang saling melengkapi.

“Kita harus terus bekerja sama. Toleransi adalah kunci agar ekonomi kita tetap berjalan kondusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (lan)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama