Suasana pasar adat Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Selasa (16/6/2026). (Foto: dik/perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pasar Adat Desa Pergung
di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, atau yang lebih populer dikenal warga sebagai
Mall TC (Tegalcangkring), kembali menjadi urat nadi perekonomian warga selama
perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Pasar musiman legendaris ini terbukti ampuh menggerakkan
ekonomi desa dengan estimasi perputaran uang yang fantastis.
"Kalau perputaran uang kegiatan Pasar Adat Pergung ini,
berkisar hampir mencapai Rp300 juta rupiah," ungkap Ketua Panitia Pasar
Adat Pergung, I Gusti Ngurah Budana, Selasa (16/6/2026).
Uang ratusan juta rupiah tersebut tidak hanya berputar di
antara pedagang, melainkan mengalir langsung ke kantong-kantong masyarakat
setempat melalui berbagai sektor jasa kreatif, seperti jasa perparkiran. Warga
sekitar memanfaatkan halaman rumah yang luas untuk menampung parkir kendaraan
roda dua dan roda empat.
Selain itu, penyediaan jasa sewa Mandi, Cuci, Kakus (MCK)
bagi para pengunjung dan pedagang yang menetap selama pasar berlangsung serta
masyarakat menyewakan meja, bale-bale, hingga tenda. Sektor logistik tenda
lapak ini, bahkan mendatangkan keuntungan bagi desa tetangga, salah satunya
Desa Perancak.
Tradisi pasar rakyat yang sudah eksis sejak tahun 1970-an
ini menjadi wadah bagi ratusan UMKM lokal. Meskipun luas area sedikit menyusut
akibat pembangunan gedung koperasi KDMP, antusiasme tidak surut.
Menariknya, keuntungan materi dari perputaran uang di Mall
TC ini tidak dinikmati oleh segelintir pihak. Seluruh pendapatan murni
dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program sosial keagamaan.
"Hasil dari kegiatan ini murni untuk kegiatan sosial,
antara lain untuk kegiatan ngaben, ngelungah, dan Atma Wedana massal gratis
yang dilaksanakan oleh Desa Adat Pergung," pungkas Ngurah Budana. (dik)
