Kondisi salah satu kendaraan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur tengkorak Denpasar - Gilimanuk, tepatnya di KM 98-99, Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin malam (13/7/2026). (Foto: dik/perspectives).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Kecelakaan lalu lintas
hebat kembali terjadi di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM
98-99, Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana,
Bali.
Insiden yang terjadi pada Senin malam (13/7/2026) sekitar
pukul 20.20 WITA ini melibatkan dua kendaraan dan mengakibatkan tiga orang
terluka, termasuk seorang bayi perempuan berusia delapan bulan.
Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetio, membenarkan terjadinya
peristiwa nahas tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP),
kecelakaan bermula saat mobil Suzuki APV berpelat nomor DK-1005-IC yang
dikemudikan Ahmad Qois Miftahurrahman (21) asal Desa Banyubiru bergerak dari
arah timur menuju ke barat.
Saat melintas di lokasi kejadian yang kondisinya gelap tanpa
lampu penerangan jalan, mobil APV tersebut tiba-tiba bergerak ke kanan melewati
marka tengah putus-putus hingga masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat yang bersamaan, dari arah barat menuju timur,
datang mobil Isuzu Pick Up Traga bernomor polisi P-8949-VM yang dikemudikan
Komarudin (49) asal Banyuwangi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan
hebat di jalur kanan pun tidak dapat terhindarkan.
"Akibat tabrakan keras ini, tiga orang dilaporkan
mengalami luka-luka. Salah satu korban adalah penumpang balita perempuan
berusia 8 bulan berinisial KNS, yang mengalami luka robek cukup serius pada
bagian dahinya," ujar AKP Andi Prasetio saat dikonfirmasi, Selasa
(14/7/2026).
Selain sang balita, pengemudi Suzuki APV, Ahmad Qois, juga
mengalami luka lecet di dahi, luka robek pada jari kelingking tangan kanan,
serta luka robek pada punggung kaki kiri.
Sementara itu, pengemudi Isuzu Pick Up, Komarudin, mengalami
luka lecet pada pelipis mata kanan dan mengeluhkan kesakitan yang amat sangat
pada kaki kanannya. Beruntung, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi sadar
saat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Tak hanya menelan korban luka, benturan keras tersebut juga
memicu kerugian material yang cukup besar. Kedua kendaraan mengalami kerusakan
parah pada bagian depan. "Kerugian materi akibat kecelakaan ini ditaksir
mencapai Rp 25 juta," tambah AKP Andi Prasetio.
Pihak Kepolisian Resor Jembrana bersama Satlantas Polsek
Negara langsung bergerak cepat dengan mendatangi TKP, melakukan olah fisik
jalan, mencatat keterangan saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti kedua
kendaraan. Polisi mengimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu
meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di malam hari pada jalur
yang minim lampu penerangan. (dik)
