Ny. Putri Koster dalam kegiatan Pasar Rakyat "Masyarakat Berbelanja dan Berbagi" yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli pada Rabu (8/7). (Foto: Humas-Prov.Bali)
BANGLI, PERSPECTIVESNEWS – Pasar Rakyat "Masyarakat Berbelanja dan Berbagi" yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli pada Rabu (8/7) berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kegiatan ini terbukti bukan sekadar ruang transaksi konvensional antara penjual dan pembeli, melainkan sebuah gerakan konkret yang digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat Bali.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Suciati Diar, jajaran pimpinan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Bangli, para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali, serta ratusan masyarakat, petani, peternak, dan pelaku UMKM/IKM.
Di hadapan para undangan dan peserta, Putri Koster mengisahkan bahwa program ini lahir dari sebuah gagasan sederhana saat ia memimpin TP PKK Provinsi Bali periode 2018–2023. Ia menginginkan seluruh pengurus PKK se-Bali memiliki wadah berkumpul rutin yang produktif dan bukan sekadar pertemuan seremonial.
"Lalu tiang punya ide, bagaimana kalau seperti arisan, tetapi bentuknya adalah Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi. Jadi setiap bulannya kami keliling," ungkap Putri Koster.
Gagasan ini kini terus bergulir ke berbagai kabupaten dengan dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Bali melalui TP PKK Provinsi Bali sebesar kurang lebih Rp200 juta pada setiap penyelenggaraannya. Putri Koster menjelaskan, stimulus modal tersebut terbukti mampu memicu perputaran ekonomi masyarakat yang jauh lebih besar.
"Dengan modal yang kita keluarkan rata-rata Rp200 juta, semoga hasil penjualan para produsen, baik kuliner, pertanian maupun IKM, bisa jauh di atas Rp200 juta. Selama ini bahkan ada yang mencapai Rp500 juta, Rp600 juta hingga Rp800 juta," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa nilai transaksi bukanlah target utama. Hal yang paling krusial adalah mempertemukan masyarakat langsung dengan produsen agar produk lokal mendapat nilai ekonomi yang lebih baik, sekaligus memperkuat semangat gotong royong pengurus PKK.
Aksi nyata dari konsep "Berbelanja dan Berbagi" ini diwujudkan dengan penyerahan bantuan paket kebutuhan pokok kepada 100 warga. Menariknya, berbagai produk di dalam paket tersebut dibeli langsung oleh para pengurus TP PKK dari stan-stan pedagang yang ada di lokasi.
"Belanjaannya tidak kami bawa pulang. Dari dana yang dimiliki PKK, kami berbagi. Kami membeli langsung produk para pedagang di sini agar manfaatnya kembali kepada masyarakat," kata Putri Koster.
Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster juga membakar semangat masyarakat untuk mencintai dan memprioritaskan produk lokal Bali yang secara kualitas dinilai sangat baik.
"Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimalnya untuk Bali. Kekurangannya barulah kita datangkan dari luar. Jangan sampai terbalik, apa yang kita hasilkan di Bali justru kita jual keluar, lalu kita dengan bangga membeli produk dari luar," tegasnya.
Selain isu ekonomi, Putri Koster memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019. Ia menekankan perlunya pergeseran budaya dari membuang sampah menjadi mengelola sampah.
"Mari Bali mulai dari sekarang mengubah mindset. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri. Pemerintah tugasnya membuat kebijakan, membuat aturan, dan menegakkan aturan. Dengan demikian barulah semuanya menjadi tertib," ucapnya optimistis.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Kabupaten Bangli sebagai tuan rumah. Ia menyebut Pasar Rakyat ini sebagai momentum emas untuk mengenalkan potensi pertanian dan peternakan daerah, di mana Bangli merupakan penghasil telur terbesar di Bali dan satu-satunya produsen telur Omega-3.
Pasar Rakyat kali ini diramaikan oleh 27 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), 65 pelaku UMKM, serta 17 pelaku usaha sektor pertanian. Antusiasme yang luar biasa membuat nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 10.00 WITA langsung menembus angka lebih dari Rp217 juta, dan diproyeksikan terus melonjak hingga penutupan di sore hari.
"Kami berharap seluruh masyarakat Bangli datang berbelanja agar kita bersama-sama membantu UMKM, IKM, petani, dan peternak yang ada di Kabupaten Bangli," harap Sariasih Sedana Arta.
Melalui kesuksesan gelaran ini, Putri Koster kembali menegaskan bahwa TP PKK bukan sekadar organisasi pendamping program pemerintah, melainkan motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat—mulai dari penguatan ekonomi keluarga, menumbuhkan kecintaan produk lokal, hingga membangun budaya hidup bersih yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. (*)