Perspectives News

Desak Made Rita Fokus Asian Games usai Raih Dua Emas di World Climbing Series

 

Desak Made Rita (tengah) bersama Ketua Umum Pengprov FPTI Bali I Putu Yudi Atmika (no.2 dari kanan) setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kamis (16/7/2026) (Foto: dok FPTI Bali)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Atlet panjat tebing dunia asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang baru saja meraih dua medali emas di kejuaraan panjat tebing series dunia, kini akan fokus menghadapi Asian Games Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada September mendatang.

Desak yang kini merupakan atlet panjat tebing peringkat satu dunia di disiplin speed putri meraih emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu (4/7/2026) dan World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis pada Minggu (12/7/2026).

Desak Made Rita mendapat waktu libur dari Pelatnas dan kesempatan itu dipergunakan untuk pulang ke Buleleng. Kepulangan Desak disambut hangat Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, bersama jajaran pengurus.

Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi atlet kebanggaan Buleleng yang terus mengharumkan nama daerah, Bali, dan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia.

Sebelum ke Buleleng kedatangan Desak Made Rita di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali disambut Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, I Putu Yudi Atmika dan pengurus lainnya pada Kamis (16/7/2026) siang.

Yudi Atmika berharap Desak tetap fokus dan semangat berlatih karena sesungguhnya series dunia masih belum selesai, sehingga predikat sebagai atlet panjat tebing speed putri nomor satu dunia tetap bisa dipertahankan, dan di Asian games 2026 mendatang meraih prestasi membanggakan bagi Indonesia.

Sementara Desak Made Rita mengungkapkan kalau dirinya akan memanfaatkan masa libur selama satu pekan untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga di kampung halamannya sebelum kembali menjalani program latihan intensif.

"Saya cuti libur satu minggu sebelum kembali mempersiapkan diri menghadapi Asian Games Nagoya pada September nanti," ujar Desak.

Meski saat ini berada di jajaran teratas peringkat dunia nomor speed putri, Desak menegaskan persaingan masih berlangsung. Pasalnya, masih ada dua seri world cup yang akan menjadi penentu klasemen akhir.

"Untuk peringkat satu dunia masih berproses karena masih ada dua seri world cup lagi. Jadi, posisinya masih bisa berubah. Saat ini fokus saya adalah mempersiapkan diri menghadapi Asian Games," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, mengatakan pihaknya sengaja menjemput langsung Desak sebagai bentuk penghormatan kepada atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.

"Kami menjemput Desak atas nama KONI Kabupaten Buleleng sebagai bentuk perhatian kepada atlet yang telah membawa nama baik Buleleng, Bali, dan Indonesia di berbagai kejuaraan dunia," ujar Gede Supriatna.

Di sela kepulangannya, Desak juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya atlet-atlet Buleleng, agar tidak ragu memiliki cita-cita besar.

"Berani bermimpi tinggi karena bermimpi itu gratis. Setelah itu harus dibarengi dengan kerja keras, disiplin, dan tekad yang kuat," pesannya. (djo)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama