Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di tiga lokasi strategis di Kabupaten Tabanan pada Jumat (17/7). (Foto: Humas-Prov. Bali)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali kembali membuktikan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat lapisan bawah. Melalui program kerja unggulan bertajuk Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi, organisasi ini menyasar seratus lima puluh warga rentan di tiga lokasi strategis di Kabupaten Tabanan pada Jumat (17/7). Langkah akseleratif ini menjadi bagian dari peta jalan penguatan jaring pengaman sosial berbasis komunitas di Pulau Dewata.
Agenda aksi sosial yang dipusatkan di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti; Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel; serta Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan tersebut dirancang secara holistik. Tidak sekadar memberikan bantuan pangan darurat, TP PKK Provinsi Bali juga menggandeng TP PKK Kabupaten Tabanan dan lini perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk menghadirkan intervensi gizi, pendampingan pendidikan, hingga layanan kesehatan preventif secara bersamaan.
Sebagai pilar utama logistik pokok, diserahkan bantuan sosial secara merata berupa 4.500 kilogram beras, 300 krat telur, dan 300 kotak susu. Komoditas pokok tersebut secara presisi dialokasikan kepada kelompok masyarakat prioritas di ketiga lokasi sasaran, yang mencakup 30 warga lanjut usia (lansia), 30 ibu hamil, 30 penyandang disabilitas, 30 balita, serta 30 kader PKK yang menjadi motor penggerak program di tingkat akar rumput.
Keberhasilan pergerakan ini didorong oleh keterlibatan aktif berbagai dinas teknis yang membawa program bantuan spesifik. Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Provinsi Bali, menyampaikan pesan kunci mengenai pentingnya merajut sinergi yang kokoh antarinstitusi untuk membantu warga.
“Ini adalah bentuk perhatian Ketua TP PKK Provinsi Bali. Kami berharap para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dwi Dewata menggarisbawahi bahwa manajemen distribusi logistik dan akurasi data penerima manfaat merupakan variabel krusial yang menentukan efektivitas program di lapangan. Keberhasilan penyaluran ini sepenuhnya didorong oleh solidnya koordinasi dengan struktur pemerintahan di daerah setempat.
“Aksi sosial ini merupakan wujud sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten Tabanan. Berkat kerja sama yang baik, pendataan penerima manfaat hingga penyaluran bantuan dapat terlaksana dengan baik sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Gayung bersambut, apresiasi tinggi datang langsung dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya. Pihaknya menyatakan terima kasih atas atensi besar yang ditujukan bagi masyarakat Tabanan dan berharap program stimulan ini bisa direplikasi secara berkesinambungan ke wilayah lain.
“Terma kasih atas bantuan yang diberikan oleh TP PKK Provinsi Bali. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Tabanan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di daerah lainnya,” tutur Rai Wahyuni Sanjaya.
Selain pasokan utama dari TP PKK Bali, di setiap lokasi aksi sosial, didistribusikan pula kontribusi sektoral terpadu. Diantaranya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyalurkan 50 paket Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali menyalurkan 10 paket sembako stimulan. Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Bali membagikan Paket susu khusus kepada masing-masing 10 balita dan ibu hamil. Dinas Kesehatan Provinsi Bali membagikan 20 paket multivitamin untuk masing-masing 10 balita dan lansia.
DarinDinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali menyalurkan 50 pak telur ayam konsumsi serta 1.000 bibit tanaman cabai produktif, dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali menyalurkan 50 bibit pohon penghijauan.
Selain pemenuhan kebutuhan primer, aksi sosial di Kabupaten Tabanan ini turut dijadikan momentum strategis pelaksanaan edukasi publik. Kepala Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, secara aktif menyosialisasikan keberadaan program Sekolah Rakyat di Bali kepada masyarakat yang hadir. Fasilitas pendidikan inklusif yang berlokasi di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem ini diproyeksikan menjadi jaring penyelamat bagi anak-anak usia sekolah yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan formal akibat keterbatasan kuota ataupun kendala ekonomi akut keluarga.
Paralel dengan isu pendidikan, penguatan sektor kesehatan dan kecerdasan anak ditekankan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana. Melalui orasi edukasi gizinya, ia mengajak seluruh komponen keluarga untuk mengoptimalkan konsumsi protein hewani dari sektor perikanan karena keunggulannya yang sangat masif bagi tumbuh kembang anak.
“Asupan ikan sangat penting karena mengandung protein sebesar 17–25 persen yang berperan penting dalam mendukung kecerdasan dan perkembangan fungsi otak,” urai Putu Sumardiana terperinci.
Menutup rangkaian aksi sosial terintegrasi tersebut, masyarakat di ketiga desa sasaran disuguhkan pelayanan publik yang menyentuh ranah proteksi kesehatan harian. Posko pelayanan kesehatan gratis dibuka secara penuh oleh tim medis RS Bali Mandara guna memantau kondisi fisik warga, dibarengi pelaksanaan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali sebagai langkah preventif penyebaran zoonosis di pedesaan. Aktivitas kemudian dipungkasi dengan demonstrasi memasak kreasi pangan lokal bergizi tinggi oleh kader PKK setempat yang berkolaborasi dengan Bali Chef Community serta didukung penuh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Bali. (*)