Wali Kota Jaya Negara hadiri penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar, pada Sabtu (11/7) malam. (Foto: HumasDps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Perhelatan budaya terbesar di Pulau Dewata, Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, resmi ditutup pada Sabtu (11/7) malam. Acara penutupan yang berlangsung meriah di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, Denpasar ini dirangkaikan langsung dengan Pembukaan Festival Seni Bali Jani Tahun 2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster. Turut serta pula jajaran Bupati se-Bali, unsur Forkopimda, para pegiat seni, budayawan, serta undangan terkait lainnya.
Malam penutupan ini menjadi puncak dari festival yang telah digelar sejak 13 Juni hingga 11 Juli 2026. Pada tahun ini, PKB mengusung tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha" yang memiliki arti Memuliakan Jiwa Paripurna melalui keseimbangan spiritual dan pemurnian jiwa, dengan menampilkan beragam kegiatan pentas seni dan budaya.
Selain seremonial penutupan PKB 2026, pada malam itu sekaligus juga diumumkan tema PKB Tahun 2027 mendatang, yakni "Wana Kerthi : Byana Sandharana Loka" yang memiliki makna "Hutan Penyangga Kehidupan".
Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan Piagam Penghargaan Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026 kepada 12 seniman yang telah berjasa dalam melestarikan, mengembangkan dan memajukan seni budaya Bali, serta pemberian apresiasi kepada para pemenang Wimbakara (Lomba) PKB Tahun 2026.
Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam sambutannya menyebut PKB menjadi motor pelestarian budaya dan penggerak kemajuan perekonomian di Bali. Menurutnya, PKB adalah sarana untuk menjaga budaya, adat, dan istiadat Bali, sehingga eksistensi keunikan budaya Bali di mata dunia tetap terjaga.
"Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Daerah di Bali terus mengupayakan ekosistem seni budaya di Bali bertumbuh serta mengapresiasi para seniman yang telah mencurahkan dediksinya dalam menggarap karya seni," kata Wayan Koster.
Terkait partisipasi seniman di PKB Tahun 2026, lanjut Koster, tercatat 673 lembaga seni atau sekehe seni yang aktif berpartisipasi. Antusiasme masyarakat pun sangat luar biasa, di mana jumlah pengunjung PKB di tahun ini mencapai sekitar 1.822.857 orang, termasuk kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 5.743 wisatawan mancanegara.
Dampak positif juga dirasakan langsung oleh sektor ekonomi kerakyatan. Di sektor stand kuliner, terdapat 74 stand yang berjualan dengan raihan omzet penjualan mencapai Rp5 Miliar. Sementara untuk stand IKM kerajinan Bali, tercatat sebanyak 124 Stand dengan omzet penjualan menyentuh angka sekitar Rp11 Miliar.
"Rampungnya Pesta Kesenian Bali tahun ini harapannya semoga seniman yang akan berpartisipasi langsung bergerak untuk membuat karya, kreasi, dan inovasi untuk Pesta Kesenian Bali tahun 2027 agar semakin maju dan berkualitas," tambah Gubernur Koster.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan, atas nama Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bali, seluruh seniman, budayawan, sekehe seni, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026.
"Partisipasi para seniman dan duta kesenian Kota Denpasar menjadi bukti nyata komitmen dalam melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Bali sebagai warisan adiluhung yang menjadi identitas masyarakat Bali," ungkap Jaya Negara.
Pihaknya juga mengharapkan agar semangat yang tumbuh selama pelaksanaan PKB tidak berhenti pada malam penutupan ini saja.
"Jadikan momentum ini sebagai energi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperkuat ekosistem seni budaya yang berkelanjutan, sehingga Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya tetap menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuh dan berkembangnya kreativitas para seniman," ujar Jaya Negara. (humas.dps/esa-wahdodik)