Perspectives News

Jembrana Dilanda Kemarau, PMI Gerak Cepat Salurkan Air

 

PMI Jembrana bergerak cepat mendistribusikan air bersih di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Senin (27/7/2026), dampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Jembrana. (Foto: dik/Perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kabupaten Jembrana dalam beberapa bulan terakhir kian mengkhawatirkan. Merespons keluhan warga, PMI Jembrana bergerak cepat mendistribusikan air bersih di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Senin (27/7/2026).

Satu unit armada tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan ke lokasi untuk menyisir tandon dan bak penampungan air milik warga.

Kepala Markas PMI Jembrana, I Wayan Wikrama Wardana, menyebut bantuan ini dialokasikan ke empat titik krusial guna mengisi lima tandon umum dan dua bak penampungan warga

"Penyaluran ini merupakan tahap awal atas permintaan warga melalui kepala lingkungan. Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September. Namun, kami mengantisipasi dampak kekeringan ini bisa berlangsung hingga Desember 2026," ujar Wikrama.

Sesuai arahan PMI Provinsi Bali, pendistribusian air bersih akan terus digencarkan sepanjang musim kemarau. Hasil koordinasi dengan BPBD Jembrana memetakan sejumlah wilayah rawan krisis air, meliputi Kelurahan Pendem, Desa Manistutu di Kecamatan Melaya, serta Desa Yehembang di Kecamatan Mendoyo.

Dampak kekeringan ini dirasakan langsung oleh sekitar 200 Kepala Keluarga di Lingkungan Pancardawa selama sebulan terakhir. Kepala Lingkungan setempat, I Putu Partikayasa, mengungkapkan bahwa warga terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air minum kemasan, serta berjalan sejauh 100 meter ke sungai demi memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang. Pihak lingkungan pun telah mengusulkan pembangunan sumur bor di empat titik strategis guna mengatasi ancaman krisis air yang terus berulang setiap tahunnya.  (dik)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama