Perspectives News

Lomba Balap Jukung Layar Warnai Festival Budaya Masjid Pantai Jembrana

 

Puluhan jukung tradisional dengan layar warna-warni membelah perairan Pesisir Pantai Masjid, Kabupaten Jembrana, Minggu (26/7/2026) dalam gelaran lomba balap Jukung rangkaian Festival Budaya Masjid Pantai 2026. (Foto: dik/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Puluhan jukung tradisional dengan layar warna-warni membelah perairan Pesisir Pantai Masjid, Kabupaten Jembrana, Minggu (26/7/2026).

Gelaran lomba balap Jukung Layar kembali sukses menyedot perhatian ratusan warga hingga wisatawan dalam rangkaian Festival Budaya Masjid Pantai 2026.

Bukan sekadar ajang adu cepat, kompetisi sepanjang enam kilometer ini menjadi pembuktian ketangkasan para nelayan dalam menaklukkan ganasnya ombak dan tak menentunya tiupan angin.

Tanpa mesin, para peserta murni mengandalkan ketepatan membaca arus laut dan kecerdasan mengendalikan arah layar.

Tantangan di tengah laut diakui para peserta cukup menguras tenaga. Gelombang tinggi dan dinamika angin yang terus berubah menuntut konsentrasi penuh.

"Yang paling berat itu angin dan ombak. Angin harus cukup kuat untuk mendorong layar, sementara ombak di tengah laut juga lumayan besar. Tapi justru itu tantangannya dan membuat lomba ini semakin seru," ungkap Edi Purnomo, salah satu peserta lomba.

Menariknya, semarak perhelatan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal. Selain nelayan dari Desa Air Kuning dan Kelurahan Gilimanuk, kompetisi ini juga diramaikan oleh peserta asal pesisir Banyuwangi, Jawa Timur. Kehadiran peserta lintas pulau ini kian mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat pesisir Bali dan Jawa.

Di balik keseruannya, ajang tahunan ini memikul misi penting yakni pelestarian budaya bahari. Melalui lomba ini, generasi muda diajak untuk mengenal kembali warisan leluhur, mulai dari ilmu membaca arah angin, navigasi arus laut, hingga teknik mengemudikan perahu tradisional.

"Jumlah peserta sebanyak 32 perahu. Dari nelayan lokal seperti Desa Air Kuning, Gilimanuk, hingga Jawa Timur. Ini memang kegiatan yang rutin kita lakukan empat tahun berturut-turut," ujar Ahmad Arif Dermawan, Ketua Panitia Festival Masjid Bali 2026.

Tak hanya bernilai budaya, dampak ekonomi nyata pun dirasakan warga sekitar. Sektor UMKM dan pedagang kecil mengalami peningkatan penjualan seiring membludaknya pengunjung.

"Selain lomba jukung (perahu layar), festival ini menyuguhkan pawai nelayan tempo dulu dan melibatkan UMKM lokal. Kegiatan ini digelar untuk memperingati bulan Muharram sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan RI," tambahnya.

Pihaknya berharap Festival Budaya Masjid Pantai dan lomba balap Jukung Layar dapat terus dipertahankan sebagai agenda rutin tahunan, menjaga tradisi bahari tetap hidup sekaligus memutar roda perekonomian Jembrana. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama