Perspectives News

Koperasi Ngardi Rahayu Luncurkan ‘Kawan JENAR’ Satukan Pengusaha Lokal Tembus Peluang Pariwisata Nusa Dua

 


Para pembicara pada sarasehan dan gathering yang digelar Koperasi Ngardi Rahayu bersamaan diluncurkannya ‘Kawan JENAR’, Sabtu (18/7/2026), di Lerina Hotel Nusa Dua. (Foto: lan)

NUSA DUA, PERSPECTIVESNEWS- Koperasi Ngardi Rahayu meluncurkan JENAR (Jejaring Entrepreneur Ngardi Rahayu), sebuah jejaring baru bagi para pengusaha UMKM lokal, Sabtu (18/7/2026).

Bersamaan peluncuran, juga dilakukan kegiatan gathering dan sarasehan perdana digelar di Lerina Hotel Nusa Dua dan diikuti peserta dari berbagai koperasi di Kawasan Nusa Dua.

Kegiatan ini mengusung tagline "Bersama kita kuat, bersama kita tumbuh, bersama JENAR, kita menembus peluang pariwisata Nusa Dua", sebagai bentuk komitmen memperkuat ekosistem usaha berbasis koperasi di wilayah Bali.

Acara dibuka dengan registrasi peserta pukul 16.30 WITA, dilanjutkan sarasehan mulai pukul 17.00 WITA. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan dan peluncuran JENAR, pemaparan dari narasumber, sesi diskusi tanya jawab, hingga networking.

Hadir sebagai pembicara dan narasumber utama untuk menguatkan kapasitas para "Kawan JENAR" adalah I Putu Candra Satyastina, S.Pd.H., M.Pd., selaku General Manager Koperasi Ngardi Rahayu dengan materi "Membangun Ekosistem JENAR dan Peran Koperasi sebagai Jembatan Modal dan Jejaring".

Sementara narasumber kedua, Dr. I Gusti Ngurah Ardita, S.H., M.H., Dewan Pakar PHRI Bali, membahas "Peluang dan Tata Kelola Pariwisata Bali".

Melalui materi tersebut, peserta diajak melihat peluang usaha di sektor pariwisata sekaligus memahami bagaimana koperasi dapat menjadi penghubung akses permodalan dan jejaring bisnis bagi anggotanya.

General Manager Koperasi Ngardi Rahayu, I Putu Candra Satyastina, mengatakan JENAR dibentuk karena selama ini para pengusaha di Nusa Dua berjalan sendiri-sendiri.

"Kami ingin membentuk sebuah ekosistem, jadi biar kita bisa menjadi satu, menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Melalui Koperasi Ngardi Rahayu yang menjadi holdingnya, kita tidak hanya menjadi objek, tapi bisa menjadi subjek," harapnya.

Ia menjelaskan untuk tahap piloting ini JENAR mengundang sekitar 30 pengusaha dari berbagai sektor seperti guesthouse, water sport, transportasi, dan kuliner. Ke depan, JENAR akan menjadi agenda rutin untuk evaluasi program.

"Koperasi siap hadir, termasuk menyiapkan jasa permodalan. Akses permodalan yang kita buat untuk skill up, termasuk invoice financing pun kita siap," tegas Candra.

Ia juga menekankan Koperasi Ngardi Rahayu tidak bermain head to head dengan bank, melainkan menjual produk berupa ekosistem dan pendampingan sesuai kebutuhan anggota.


Pembicara dari Dewan Pakar PHRI Bali, Dr. I Gusti Ngurah Ardita yang menjelaskan soal standarisasi UMKM lokal agar bisa naik kelas dengan standar internasional. (Foto: lan)

Sementara itu, Dewan Pakar PHRI Bali, Dr. I Gusti Ngurah Ardita, mengapresiasi langkah JENAR. Menurutnya, ini merupakan pola yang dapat menstandarisasi UMKM lokal agar bisa naik kelas dan memenuhi kebutuhan hotel dengan standar internasional.

"Standarisasi perusahaan, standarisasi produk, kemudian bagaimana memasarkan. Kalau memasarkan dengan satu ekosistem yang dibuat, itu kan lebih kuat," kata Ardita.

Ia mencontohkan pentingnya komunikasi dengan pihak hotel terkait standar produk, seperti ukuran dan kualitas bahan baku. Selain itu, ia menyoroti dua tantangan besar UMKM yaitu kontinuitas pasokan dan pola pembayaran dari hotel.

"Ini yang menjadi PR-nya. Setelah standarisasi adalah kontinuitas. Pada saat bisa masuk, besok bisa menyiapkan nggak? Kemudian pola pembayaran yang panjang itu harus bisa diantisipasi," jelasnya.

JENAR diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan menciptakan kolaborasi berkelanjutan antar pelaku usaha, khususnya dalam menyambut pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan Nusa Dua. (lan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama