Pemkab Jembrana sedang gencar-gencarnya melakukan penataan pedestrian untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki. (Foto: Prokopim JR)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS - Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Perhubungan Jembrana memastikan bahwa
seluruh tahapan pengerjaan proyek infrastruktur di Jembrana berjalan sesuai regulasi
yang berlaku, termasuk pemenuhan aspek keselamatan kerja.
Hal itu ditegaskan Kabid Cipta Karya Dinas PUPRHUB Jembrana,
I Nyoman Wiartha saat dihubungi Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, Dinas PUPRHUB Jembrana kini sedang melakukan
penataan pedestrian dan tata kota untuk mempercantik estetika kota agar
terlihat lebih rapi, indah, dan tertata dengan baik sekaligus memberikan
kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi seluruh warga kota, khususnya para
pejalan kaki.
Wiartha juga mengatakan, kontraktor yang mengerjakan proyek
infrastruktur pemerintah, harus memenuhi standar Keselamaatan dan Kesehatan
Kerja (K3), yang menjadi prasyarat mutlak dan mengikat pihak rekanan atau
kontraktor pelaksana sejak awal penandatanganan kontrak kerja.
"Sejak awal kontrak disepakati, penerapan K3 merupakan
syarat mutlak yang wajib dipenuhi oleh pihak kontraktor pelaksana. Kami
melakukan pengawasan berkala secara ketat, dan seluruh pekerja telah
diinstruksikan serta difasilitasi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai
standar," ujarnya.
Penerapan K3 pada
proyek penataan kota di Jembrana meliputi Penyediaan APD Lengkap, Pemasangan
Rambu dan Barikade, hingga melakukan supervisi
berkala.
“Ini juga selalu kami tekankan di bawah kepada pelaksana kerja
guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur keselamatan yang dapat
membahayakan pekerja maupun masyarakat umum," ujarnya.
Wiartha menyadari bahwa proyek yang berlokasi di pusat
keramaian kota berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi aktivitas
warga. Oleh karena itu, pengaturan manajemen lalu lintas dan pembersihan material
sisa proyek terus dioptimalkan setiap hari setelah jam kerja selesai.
"Pasti sementara ini akan mengganggu kenyamanan
aktivitas warga sehari-hari. Untuk itu, kami memohon maaf dan berharap
masyarakat berkenan sedikit bersabar selama proses konstruksi, karena semua ini
dilakukan demi menata wajah kota Jembrana agar jauh lebih indah, tertata, dan
nyaman untuk kita gunakan bersama ke depan," pungkasnya. (prokopim JR)
