Satlantas Polres Jembrana berhasil mengamankan sedikitnya 26 unit sepeda motor dari dua lokasi berbeda yang kerap dijadikan arena adu kecepatan alias balap liar oleh kalangan remaja, Rabu (8/7/2026). (Foto: dik/Perspectives).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Aparat kepolisian
bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait aksi balap liar yang kian
meresahkan. Satlantas Polres Jembrana berhasil mengamankan sedikitnya 26 unit
sepeda motor dari dua lokasi berbeda yang kerap dijadikan arena adu kecepatan
alias balap liar oleh kalangan remaja.
Penertiban ini berawal dari laporan warga yang masuk melalui
layanan Call Center 110 pada Sabtu (4/7/2026). Menindaklanjuti aduan tersebut,
petugas langsung bergerak ke lapangan dan mengepung para pelaku. Hasilnya, 16
unit motor diamankan di Jalan Raya Baru Seacorm (Kecamatan Jembrana), dan 10
unit lainnya diciduk di wilayah Kecamatan Mendoyo.
Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, saat rilis,
Rabu (8/7/2026), mengungkapkan bahwa mayoritas kendaraan yang disita terbukti
melakukan pelanggaran berat.
"Terhadap para pelanggar langsung dilakukan tindakan
berupa penilangan manual. Kendaraan yang kami amankan rata-rata menggunakan
knalpot brong, tidak sesuai spesifikasi teknis, pengendara tidak memakai helm,
serta tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan," ujar AKP Sugianta.
Seluruh barang bukti kini telah diangkut dan
"dikandangkan" di Mapolres Jembrana untuk proses hukum lebih lanjut.
Namun, polisi tidak hanya memberikan sanksi tilang. Sebagai langkah pembinaan,
Satlantas Polres Jembrana juga memanggil orang tua atau wali dari para remaja
yang terjaring.
"Orang tua dipanggil untuk diberikan penyuluhan
langsung mengenai bahaya fatal balap liar di jalan umum," jelasnya.
Polisi mendesak orang tua agar lebih ketat mengawasi
anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari. Warga diimbau tidak
memfasilitasi anak di bawah umur atau yang belum memiliki SIM dengan kendaraan
bermotor.
AKP Sugianta juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak
akan segan-segan mengambil tindakan represif demi menjaga keselamatan pengguna
jalan. Patroli intensif akan terus ditingkatkan untuk memastikan jalanan
Jembrana bersih dari aksi trek-trekan yang membahayakan nyawa. (dik)
