Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna berfoto bersama siswa penerima bantuan seragam sekolah. (Foto: Prokopim JR)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS - Komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam memajukan
dunia pendidikan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Untuk kedua kalinya, Pemkab
Jembrana berkolaborasi dengan sektor swasta menyalurkan ratusan paket seragam
sekolah gratis bagi siswa kurang mampu jenjang PAUD, SD, hingga SMP
se-Kabupaten Jembrana pada Jumat (24/7/2026).
Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan
yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menegaskan bahwa
investasi terbaik untuk masa depan Jembrana adalah melalui pendidikan
anak-anaknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, keterlibatan aktif dunia usaha
menjadi kunci penting dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan yang layak.
"Membangun Jembrana tidak bisa berjalan
sendiri-sendiri. Ketika pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat saling
bahu-membahu, masalah sosial seperti keterbatasan biaya sekolah bisa kita
selesaikan bersama. Bantuan seragam ini adalah bukti nyata bahwa dunia usaha
memiliki kepedulian yang sama besarnya untuk mencerdaskan anak bangsa,"
tegas Bupati Kembang.
Lebih lanjut Kembang menyampaikan bahwa kolaborasi ini
menjadi langkah strategis untuk memastikan tidak ada lagi anak di Jembrana yang
terancam putus sekolah akibat terkendala biaya operasional harian.
"Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada para
pelaku usaha yang telah mengalokasikan CSR-nya untuk sektor pendidikan. Ini
bukan sekadar membagikan seragam, melainkan menyalakan asa dan rasa percaya
diri para generasi penerus Jembrana," ujar Bupati Kembang.
Sementara itu, Kadis Dikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom
Saputra menyebut total keseluruhan seragam gratis yang diserahkan sebanyak 138 setel
yang diberikan kepada anak dari keluarga kurang mampu khususnya yang masuk
kategori desil 1 dan 2 serta anak yatim piatu. Rinciannya, PAUD sebanyak 9
anak, SD sebanyak 40 anak dan siswa SMP sebanyak 89 anak.
"Melalui sinergi berkelanjutan ini, Pemkab Jembrana berharap
tingkat putus sekolah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendorong
peningkatan mutu serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah
kabupaten," pungkasnya. (Prokopim
Jembrana)
