Suasana kemeriahan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0. (Foto: HumasDps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Semangat Feel the Growth: Eco Culture tidak hanya hadir melalui berbagai pertunjukan seni, musik, dan kreativitas anak muda, tetapi juga tercermin dari meningkatnya kepedulian pengunjung dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0.
Pemerintah Kota Denpasar menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah menunjukkan kepedulian tinggi dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Langkah sederhana tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan festival yang tidak hanya meriah, melainkan juga bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat yang tidak sekadar menikmati seluruh rangkaian acara, tetapi juga aktif ikut menjaga kebersihan di area festival.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda Kota Denpasar, yang telah menjadi bagian dari perubahan dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh. Tentu masih kami temukan beberapa sampah yang tercecer, namun secara keseluruhan kami melihat semangat gotong royong dan kepedulian yang luar biasa dari para pengunjung. Ini menjadi modal penting untuk terus membangun budaya yang lebih baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Jaya Negara menambahkan bahwa D'Youth Fest melalui tema Eco Culture ini bukan sekadar menghadirkan panggung hiburan, melainkan sebuah ajakan nyata kepada masyarakat untuk membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap masa depan lingkungan.
"Kami ingin setiap orang datang menikmati festival, menikmati setiap cerita, karya, dan pengalaman yang dihadirkan, kemudian pulang dengan meninggalkan jejak yang baik. Jejak itu bukan berupa sampah, tetapi berupa kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," tambahnya.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah festival berskala besar tidak hanya diukur dari lonjakan jumlah pengunjung yang hadir, melainkan juga dari tumbuhnya perilaku positif yang lahir selama penyelenggaraan acara berlangsung.
"Kami mengapresiasi seluruh pengunjung yang telah mendukung semangat Eco Culture melalui tindakan nyata. Kesadaran memilah sampah dan menjaga kebersihan merupakan bagian dari pengalaman berfestival yang ingin kami bangun. Memang masih terdapat beberapa titik yang memerlukan perhatian, dan itu menjadi bahan evaluasi kami agar penyelenggaraan ke depan semakin baik," jelas Riyastiti.
Di sisi lain, Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, turut menegaskan bahwa D'Youth Fest dirancang sebagai ruang kolaborasi yang luas. Panggung ini tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi motor penggerak untuk membangun budaya baru yang lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.
"Kami percaya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, melalui D'Youth Fest kami mengajak seluruh pengunjung untuk tidak hanya menikmati karya-karya kreatif, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan. Festival ini akan benar-benar bermakna ketika setiap orang pulang tanpa meninggalkan sampah, melainkan meninggalkan inspirasi dan contoh baik bagi yang lain," ungkap Ari Setiya.
Ia pun tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pihak yang berada di garda depan kebersihan selama acara berlangsung. “Terima kasih untuk komunitas Eling Pertiwi, relawan, dan DLHK Kota Denpasar atas kolaborasinya,” tambahnya.
Melalui konsistensi semangat Feel the Growth: Eco Culture, DYouth Fest 6.0 ingin kembali menegaskan bahwa sebuah festival bukan hanya menjadi ruang hiburan dan selebrasi kreativitas semata. Event tahunan ini juga menjadi ruang pembelajaran efektif untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat. Menikmati festival, menghargai lingkungan, dan pulang dengan jejak yang baik menjadi pesan sederhana namun kuat yang diharapkan terus tumbuh, sekaligus mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan. (*)