Perspectives News

Menggugah Semangat ‘Eco Culture’, D'Youth Fest 6.0 Sukses Satukan Kreativitas, Budaya, dan Kepedulian Lingkungan di Denpasar


Wali Kota Jaya Negara hadiri Gelaran Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0. (Foto: HumasDps) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gelaran Denpasar Youth Festival (D'Youth Fest) 6.0 resmi berakhir. Namun, semangat yang ditinggalkan jauh melampaui sebuah perhelatan festival. Mengusung tema "Feel the Grow: Eco Culture", D'Youth Fest tahun ini sukses menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus membangun kepedulian yang mendalam terhadap budaya dan lingkungan.

Selama penyelenggaraan, ribuan masyarakat memadati kawasan festival untuk menikmati beragam pertunjukan seni, musik, ekonomi kreatif, workshop, hingga ruang kolaborasi lintas komunitas. Antusiasme yang luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa DYouth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang kreatif yang paling dinantikan oleh anak muda di Kota Denpasar.

Salah satu momen yang paling berkesan dan sukses memikat perhatian pengunjung adalah penampilan Ogoh-Ogoh Gajah karya STT Yowana Saka Bhuana Br. Tainsiat. Di bawah bimbingan sang maestro yang akrab disapa Kedux, karya bertajuk G.A.J.A.H (Ganggu Alam Jadi Ancaman Hidup) ini tidak hanya menghadirkan atraksi visual yang memukau, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan—sebuah pesan yang selaras dengan tema Eco Culture.

Tidak hanya itu, D'Youth Fest 6.0 juga mencatatkan keterlibatan komunitas kreatif yang semakin luas. Berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, kreator digital, pegiat lingkungan, hingga petani muda turut mengambil peran aktif. Kehadiran petani muda memberikan warna baru yang membuktikan bahwa sektor pertanian pun mampu berkembang pesat melalui sentuhan inovasi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjadikan D'Youth Fest sebagai ruang kolaborasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami bersyukur D'Youth Fest kembali mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Yang paling membanggakan bukan hanya tingginya antusiasme pengunjung, tetapi juga tumbuhnya kolaborasi antar komunitas, lahirnya ruang bagi anak-anak muda untuk menampilkan karya terbaiknya, serta semakin kuatnya kesadaran bahwa kreativitas harus berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan," ujar Wali Kota Denpasar.

Wali Kota Jaya Negara menambahkan bahwa tema "Feel the Growth" bukanlah sekadar slogan kosong, melainkan sebuah ajakan nyata untuk bertumbuh bersama dalam berbagai aspek kehidupan.

"Kami ingin anak-anak muda datang ke DYouth membawa ide dan semangat, menikmati setiap cerita, karya, dan kolaborasi yang hadir, kemudian pulang dengan membawa inspirasi serta nilai berharga untuk bertumbuh lebih baik. Itulah makna Eco Culture, bahwa festival bukan hanya tentang menikmati hiburan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menjaga budaya, dan keberlanjutan," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa. Ia menjelaskan bahwa D'Youth Fest kini telah bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai potensi kreatif dalam satu ruang kolaborasi.

"D'Youth bukan hanya sebuah festival, tetapi ruang bertumbuh bagi ide, kreativitas, dan kolaborasi. Tahun ini kami melihat semakin banyak komunitas yang terlibat, termasuk hadirnya petani muda yang membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas sektor. Ketika komunitas, pelaku usaha, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat bergerak bersama, maka ekosistem ekonomi kreatif akan tumbuh semakin kuat," jelasnya.

Ari juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh pengunjung yang telah mendukung kampanye Eco Culture melalui aksi nyata menjaga kebersihan di kawasan festival.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, yang telah membiasakan diri memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan. Memang masih terdapat beberapa sampah yang tercecer dan itu menjadi bahan evaluasi kami. Namun yang lebih penting, kami melihat kesadaran baru mulai tumbuh. DYouth ingin mengajak masyarakat datang menikmati festival, menikmati setiap ceritanya, lalu pulang dengan meninggalkan jejak baik, bukan meninggalkan sampah," ungkapnya.

Manfaat langsung dari ruang kolaborasi ini juga dirasakan oleh Rama, salah satu Duta Pemuda Kota Denpasar. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas konsistensi wadah kreatif ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Bkraf Denpasar yang terus memberikan ruang bagi organisasi pemuda dan komunitas untuk berkembang. D'Youth bukan hanya menjadi tempat menampilkan karya, tetapi juga mempertemukan kami dengan komunitas lain, membuka peluang kolaborasi, berbagi pengalaman, hingga memperluas jaringan. Ruang seperti ini sangat berarti bagi anak muda untuk terus belajar, berkarya, dan tumbuh bersama," tuturnya.

Keberhasilan D'Youth Fest 6.0 menjadi bukti sahih bahwa kreativitas, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan secara harmonis. Melalui semangat "Feel the Growth: Eco Culture", Pemerintah Kota Denpasar bersama BKraf Denpasar berharap festival ini tidak hanya dikenang sebagai sebuah acara tahunan, melainkan sebagai sebuah gerakan berkelanjutan. Gerakan yang terus menginspirasi lahirnya generasi muda yang kreatif, kolaboratif, mencintai budaya, sekaligus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap bumi.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah festival bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung atau meriahnya panggung, melainkan dari nilai-nilai baik yang tumbuh dan terus hidup setelah festival usai. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama