Perspectives News

BPBD Lakukan Asesmen Kerusakan Pipanisasi Pangkung Manggis Picu Krisis Air Bersih

 

BPBD Kabupaten Jembrana mengonfirmasi bahwa tersendatnya pasokan air dipicu oleh kerusakan parah pada jaringan pipa di area hulu akibat dampak banjir bandang. (Foto: BPBD Jembrana)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Krisis air bersih yang melanda warga Lingkungan Pangkung Manggis, Kelurahan Baler Bale Agung, akhirnya menemui titik terang.

Hasil asesmen lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana mengonfirmasi bahwa tersendatnya pasokan air dipicu oleh kerusakan parah pada jaringan pipa di area hulu akibat dampak banjir bandang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan bahwa petugas gabungan telah melakukan penyisiran sejauh tiga kilometer dari Jembatan Pangkung Gayung menuju hulu Sungai Pangkung Gayung, lokasi utama sumber air swadaya masyarakat.

"Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kami menemukan setidaknya tujuh titik kerusakan pipa yang cukup fatal. Kerusakan ini merupakan dampak dari banjir yang menerjang aliran sungai pada September tahun lalu," ujar Agus Artana Putra, Sabtu (8/8/2026).

Dari hasil penelusuran yang melibatkan petugas BPBD, Kepala Lingkungan, aparat kelurahan, Babinsa, hingga pengurus Seka Swadaya Air Masyarakat, tercatat rincian kerusakan infrastruktur diantaranya, pipa ukuran 3 dim rusak parah sepanjang ±520 meter, pipa ukuran 4 dim rusak terputus sepanjang ±25 meter.

"Selain itu, area pinggir bendungan penampungan air warga jebol, sehingga debit air tidak dapat tertampung secara maksimal. Upaya perbaikan secara mandiri sejauh ini terkendala oleh terbatasnya anggaran operasional dari Seka Swadaya Air Masyarakat," ungkapnya.

Guna memulihkan pasokan air bersih bagi warga terdampak, BPBD Jembrana memetakan sejumlah langkah penanganan darurat jangka pendek, seperti penggantian pipa rusak. Memperbaiki titik-titik pipa yang terputus di sepanjang jalur sungai.

Memindahkan titik intake ke lokasi yang lebih stabil di bagian hulu, tepatnya pada bendungan subak serta membutuhkan penambahan pipa ukuran 4 dim sepanjang kurang lebih 30 meter untuk menyambungkan jalur relokasi baru.

Kendati solusi jangka pendek telah dirumuskan, BPBD Jembrana memberikan catatan kritis terkait potensi risiko di masa mendatang. Letak jaringan pipa yang berada tepat di sepanjang aliran sungai dinilai sangat rentan kembali dihantam banjir atau luapan debit air yang tinggi.

Pihak BPBD menegaskan perlunya kajian akademis dan teknis lebih lanjut guna merumuskan solusi permanen yang lebih aman, demi menjamin keberlanjutan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Pangkung Manggis secara jangka panjang. (dik)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama