Sekda Eddy Mulya mendampingi Kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait terkait Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Senin (10/8). (Foto: HumasDps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS — Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mendampingi kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait, saat meninjau pelaksanaan Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, pada Senin (10/8/2026).
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indera, jajaran TNI dan Polri, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar, serta elemen masyarakat setempat.
Pada Alokasi Tahun (TA) 2026 ini, Provinsi Bali menerima total 4.184 unit bantuan bedah rumah dari Pemerintah Pusat dengan nilai Rp20 juta per unit. Angka ini mengalami lonjakan drastis sebesar 13.496 persen dibandingkan alokasi TA 2025 yang hanya berjumlah 31 unit. Khusus Kota Denpasar, alokasi bantuan wilayah perkotaan yang diterima mencapai 259 unit.
Adapun rincian sebaran alokasi 4.184 unit bantuan bedah rumah TA 2026 di seluruh Bali meliputi 1.113 unit untuk wilayah pedesaan, 2.812 unit untuk wilayah pesisir, serta 259 unit untuk wilayah perkotaan.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa program bantuan senilai Rp20 juta per unit tersebut disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia dengan besaran nilai yang seragam, kecuali daerah tertentu.
"Program bantuan senilai Rp. 20 juta per unit ini menyasar seluruh wilayah di Indonesia dengan besaran nilai bantuan sama. Terkecuali di wilayah Indonesia Timur seperti Papua itu nilainya lebih besar," ujarnyanya.
Maruarar menekankan bahwa seluruh proses pelaksanaan program BSPS tidak dipungut biaya apa pun.
"Jika ada yang terbukti melakukan pemungutan, masyarakat dapat melakukan pelaporan kepada kami," ungkapnya.
Ia menambahkan, lonjakan alokasi bantuan ini merupakan bukti kehadiran negara secara langsung dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Perbandingan alokasi TA 2025 dengan TA 2026 yaitu alokasi TA 2025 sebanyak 31unit menjadi potensi alokasi total TA 2026 sebanyak 4.184 unit atau naik 13.496 persen. Kota Denpasar menerima bantuan yakni 259 unit di TA 2026. Hal ini menunjukkan Negara hadir langsung membantu masyarakat untuk membenahi rumah - rumah masyarakat diseluruh Indonesia," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyatakan komitmen Pemkot Denpasar untuk mendukung penuh program Pemerintah Pusat, khususnya alokasi wilayah perkotaan yang menjadi prioritas bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Ini menjadi bukti kehadiran Pemerintah Kota Denpasar untuk masyarakat beriringan dengan Pemerintah Pusat dalam menjalankan Program Bedah Rumah. Sementara untuk Program Bedah Rumah oleh Pemerintah Kota Denpasar telah dijalankan terhadap 50 unit rumah dan akan ditingkatkan agar program berjalan semakin baik," jelas Eddy Mulya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri PKP menyambangi langsung rumah penerima bantuan di Kelurahan Tonja, yaitu milik Ni Wayan Pageh. Selain Pageh, warga lain yang menerima bantuan BSPS di kelurahan tersebut adalah I Made Suara.
Ni Wayan Pageh, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas dengan penghasilan Rp500 ribu per bulan, mengaku belum pernah mampu memperbaiki rumah tinggalnya bersama ketiga anaknya.
"Proses pembenahan diawali petugas datang meninjau kondisi tempat tinggal kami kemudian rumah kami diusulkan untuk mendapat bantuan program bedah rumah. Bedah rumah senilai Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Selama pelaksanaan renovasi rumah , Pemkot Denpasar memfasilitasi kami tinggal dirumah kost," jelasnya.
Ungkapan rasa syukur juga disampaikan oleh I Made Suara. Ia menuturkan bahwa rumah yang dihuninya merupakan warisan orang tua yang belum pernah direnovasi.
"Kami berterima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dan Pemkot Denpasar membantu kami membenahi tempat tinggal kami," ungkapnya penuh suka cita. (humasDps/ega-gita)