Perspectives News

Denpasar Raih LPM Award, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Berbasis Masyarakat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Wayan Budha, yang mewakili Pemkot Denpasar, menerima penghargaan LPM Award, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (7/8). (Foto: HumasDps) 

BANDUNG, PERSPECTIVESNEWS — Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam memperkuat pemberdayaan dan partisipasi masyarakat kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Pemkot Denpasar sukses meraih penghargaan LPM Award atas konsistensinya mendorong peran aktif masyarakat melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar, I Wayan Budha, yang mewakili Pemkot Denpasar, di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jumat (7/8). Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum DPP LPM RI, Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dalam rangkaian pemberian apresiasi kepada daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan sosial, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, tertib, harmonis, dan produktif.

“Kolaborasi pemerintah dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga stabilitas serta memperkuat ketahanan sosial. Karena itu, partisipasi masyarakat harus terus dibangun dan diberi ruang dalam setiap proses pembangunan,” tegas Menko Polkam.

Ia juga mengapresiasi daerah-daerah yang secara konsisten mendorong keterlibatan warga melalui berbagai program pemberdayaan. LPM dinilai memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat, sehingga dapat menjadi penggerak gotong royong sekaligus jembatan komunikasi efektif antara pemerintah dan warga.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP LPM RI, Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan bahwa LPM memegang peran vital dalam membangun pola pembangunan yang berbasis pada aspirasi dan kebutuhan masyarakat. LPM bukan sekadar wadah partisipasi, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menggali potensi lokal serta mengawal pelaksanaan pembangunan di lingkungan warga.

“LPM harus hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Aspirasi masyarakat harus dapat diserap, potensi yang ada harus dikembangkan, dan seluruh proses pembangunan harus didorong agar semakin partisipatif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ahmad Doli.

Ahmad Doli menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, LPM, serta seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar pembangunan tidak hanya berjalan dari atas (top-down), tetapi juga tumbuh dari kebutuhan dan potensi masyarakat di tingkat paling bawah (bottom-up).

Menanggapi raihan tersebut, Kepala DPMD Kota Denpasar, I Wayan Budha, menyatakan bahwa LPM Award menjadi motivasi sekaligus dorongan bagi Pemkot Denpasar untuk semakin memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh elemen di Kota Denpasar.

“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Ini bukan keberhasilan satu pihak, tetapi hasil kerja bersama antara Pemerintah Kota Denpasar, LPM, desa dan kelurahan, serta seluruh masyarakat. Ke depan, kolaborasi ini akan terus kami perkuat agar partisipasi masyarakat semakin nyata dalam pembangunan,” jelas Wayan Budha.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan LPM sangat strategis dalam mendukung pembangunan di tingkat desa dan kelurahan. Selain menampung aspirasi dan menggali potensi warga, LPM diharapkan tidak hanya hadir secara administratif, melainkan benar-benar menjadi motor penggerak.

“Kami berharap LPM tidak hanya menjadi lembaga yang hadir secara administratif, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak masyarakat. Aspirasi yang tumbuh dari masyarakat harus bisa menjadi bagian dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPM Kota Denpasar, I Gede Eka Suputra, mengutarakan bahwa penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran LPM di Denpasar untuk semakin aktif menjalankan fungsinya sebagai penggerak partisipasi warga.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik. LPM akan terus hadir di tengah masyarakat, menampung aspirasi, menggerakkan gotong royong, serta ikut mengawal program pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Eka Suputra.

Eka menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan di tingkat masyarakat terletak pada semangat gotong royong dan koordinasi yang padu antar-komponen.

“Semangat gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat. Karena itu, kami akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah serta seluruh komponen masyarakat. Harapannya, setiap potensi yang ada dapat dikembangkan dan setiap aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari pembangunan,” tambahnya.

Capaian LPM Award ini semakin menegaskan komitmen Pemkot Denpasar untuk menempatkan masyarakat sebagai pilar utama pembangunan. Pemerintah Kota Denpasar bersama LPM dan seluruh elemen warga terus berkomitmen membangun kolaborasi guna menghadirkan solusi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.

Ke depan, penghargaan ini diharapkan memicu lahirnya inovasi-inovasi pemberdayaan baru, memperkuat partisipasi publik, serta mengoptimalkan potensi desa dan kelurahan menuju Denpasar yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan. (HumasDps/Eka)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama