Perspectives News

DPRD Badung bersama Bupati Sepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Belanja Daerah Tembus Rp 14,2 Triliun


DPRD Kabupaten Badung bersma Bupati Badung menandatangani berita acara/nota kesepakatan terhadap KUA-PPAS Kabupaten Badung tahun anggaran 2027, pada Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama DPRD Badung Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung, Kamis (06/08). (Foto:ist) 

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan penandatangan berita acara/nota kesepakatan terhadap KUA-PPAS Kabupaten Badung tahun anggaran 2027, pada Rapat Paripurna Masa Persidangan Pertama DPRD Badung Tahun Sidang 2026–2027 di Ruang Utama Gosana, Gedung DPRD, Puspem Badung, Kamis (6/8). Kesepakatan ini menjadi landasan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Badung tahun 2027 yang transparan dan akuntabel.

Ketua DPRD Kabupaten Badung, Gusti Anom Gumanti menjelaskan, sebelum dilakukan pengambilan keputusan dan penandatanganan berita acara kesepakatan ini telah dilakukan pembahasan secara mendalam di Badan Anggaran (Banggar ) DPRD bersama dengan instansi/pihak terkait. Sehingga pada rapat paripurna DPRD, dapat dilakukan pengambilan keputusan sekaligus penandatanganan berita acara/nota kesepakatan bersama Bupati Badung tentang Rancangan Kebijakan Umum APBD - Proritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2027.

Dalam APBD Badung tahun 2027 oleh Bupati Badung dirancang akan mencapai total Rp 14,2 triliun lebih. Dari besaran anggaran yang diajukan Bupati tahun 2027, menurut Anom Gumanti yang paling penting penerapan APBD itu sesuai dengan azas manfaat yang sebesar besarnya untuk masyarakar. 

"Yang paling penting dari APBD itu agar nanti benar benar memberikan manfaat yang besar untuk kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat," Ucap Anom Gumanti. 

Untuk itu, pihaknya tetap menyarankan kepada Bupati dan jajaran agar selalu menerapkan prinsip kehati hati dalam pengelolaan APBD ini. 

"Kami menyarankan kepada Bupati, bukan karena semata-mata angkanya tinggi, tetapi yang paling penting adalah untuk melaksanakan prinsip kehati-hatian, kemudian keterjemahan APBD itu memang betul-betul sesuai dengan atau menimbulkan asas manfaat bagi masyarakat, " ujarnya. 

Dari Rancangan APBD tahun 2027 Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditarget akan mencapai Rp10, 9 triliyun lebih. Ini berarti capaiannya setiap tahun terus mengalami kenaikan. 

Terhadap adanya kenaikan ini Anom Gumanti mengharapkan mudah mudahan PAD Badung selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Yang mana semuanya ini tentu berkat perkembangan kepariwisataan di Badung yang semakin meningkat jumlah kunjungan wisatawannya. Mengingat PAD Badung sangat ditopang dari perkembangan sektor pariwisatanya. 

"Mudah mudahan dan astungkara setiap tahun PAD Badung selalu meningkat. Dimana tingginya pendapatan ini ditopang oleh sektor pariwisata, " tegas Anom Gumanti. 

Ia pun, mengajak seluruh stakeholder di Badung khususnya turut bersama-sama selalu menjaga Badung agar tetap kondusif. Mengingat pariwisata sangat rentan dengan isu atau resiko lainnya. 

"Target yang dipasang dalam APBD 2007 ini cukup logis dan kami mendukung langkah yang dilakukan Bupati serta jajaran. Mudah mudahan target bisa tercapai, " demikian Anom Gumanti. 

Sementara itu, Bupati Adi Arnawa mengatakan bahwa postur awal rancangan KUA-PPAS 2027 meliputi Pendapatan Daerah sebesar Rp. 11 triliun lebih, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 10,7 triliun lebih dan Belanja Daerah Rp. 13 triliun lebih. Setelah melalui pembahasan bersama Legislatif, alokasi Belanja Daerah disesuaikan menjadi Rp. 14,2 triliun, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur jaringan jalan baru. 

Lebih lanjut dijelaskan, dengan langkah-langkah yang dilakukan, telah berhasil membuat peningkatan penerimaan PAD. Berdasarkan laporan per 31 Juli, PAD yang sudah masuk ke kas daerah sebesar Rp. 4,1 triliun. "Ini menjadi satu angin segar buat kita, sehingga tambah semangat dan paling penting adalah tumbuhnya trust bagi wisatawan mancanegara kepada Bali secara umum dan Badung sebagai daerah yang layak dikunjungi,” terangnya.

Bupati juga berharap apa yang dirancang, dapat dicapai secara maksimal, sehingga akan sangat berpengaruh terutama dalam rangka mengejar target capaian-capaian yang sudah dituangkan dalam KUA-PPAS yang nantinya menjadi pedoman penganggaran untuk Tahun 2027. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama